Tampilkan postingan dengan label Travelling. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Travelling. Tampilkan semua postingan

09 Juni, 2020

5 Poin Penting Agar IKRH Cabang Tetap Bisa Eksis Mendunia (Bagian terakhir)

Sarasehan IKRH Se-Jawa 2014

Wah sudah lama ya tidak main kesini? kamu kemana saja teman?
Btw masing ingat dong 3 poin penting agar IKRH cabang tetap bisa eksis? Iya, kalau kamu sudah lupa coba baca lagi tulisan sebelumnya. kali ini saya ingin melanjutkan karena memang sudah lama sekali ternyata blog ini saya tinggal karena beberapa kesibukan. Langsung saja yaa...

05 Mei, 2018

Kembali ke Surabaya

Kembali ke Kota Pahlawan lagi hatiku pun mulai menerka cuaca yang panas menanti. Ditemani sang ibu yang senantiasa disisi, kami pun berangkat pagi tadi dengan menaiki bis Pelita Indah. Ya, Pelita Indah & Harapan Jaya merupakan 2 bis yang dua-duanya pernah saya naiki lintas kediri-Surabaya. Perjalanan begitu terasa sejuk karena bis yang kami naiki bertuliskan "AC Tarip Biasa". lumayanlah walaupun biasa masih bisa merasakan dinginya AC hehehe.

Tak banyak sangu yang kami bawa ke Surabaya, Tahu kuning khas kediri yang dibawakan bupuh di Tosaren menjadi oleh oleh buat di Surabaya nantinya. by the way tahu kuning asli kediri itu enak sekali loh, walaupun masih belum digoreng, kata ibuku tahunya sudah bisa dimakan dan rasanya juga tak kalah enak. gak percaya? coba ae rek, lek awak mu ke kediri tukuen tahu kuning. hehe

28 Januari, 2017

Winners of 4th Cradle to Cradle Product Design Challenge


The Cradle to Cradle Products Innovation Institute has announced the winners of the 4th Cradle to Cradle Product Design Challenge. 

162 designers across 19 countries submitted work to the fourth challenge, which encouraged the design community to envision solutions for the circular economy, powered by Cradle to Cradle product design principles. The winning entries include a prescription medication bottle, pocket knife, luggage and a solar-powered aluminum casting process.

08 Juli, 2012

Ntah malaikat apa yang membuat aku ke Raudhah?

Santri juga bisa

                Matahari  mulai menghilangkan sinarnya yang terik, pinggiran jalan pun semakin bertambah ramai di tengah kota. Sedayu , ya salah satu desa di kota jogja dan merupakan wilayah yang berdekatan dengan Desa Pedes. Sawah hijau di kejauhan mulai tak terlihat, keadaan petang di daerah ini mulai kelihatan benar benar kelam, malam yang dingin, malam yang begitu gelap. Daerah pedesaan seperti itu lah yang dirasakan warga warga sekitar didaerah sini, tak heran jika mereka telah biasa tinggal di pedesaan yang banyak juga tidak disukai untuk dijadikan tempat tinggal.
                Ku hentikan motor ku di sebuah rumah, rumah yang masih terlihat khasnya rasa kampoeng dari tahun tahun sebelumnya.  Gadis berkerudung putih itu keluar setelah kuketok da kuucapkan salam padanya, ku letakkan helm Titipan Ilahi ku kedalam rumah. Gadis itu masuk kedalam, tanpa basa basi pun aku langsung duduk dan melihat pemandangan disekitar rumah.
                “ mana mbah, ri…?” tanyaku ketika dia datang membawakan teh
                “ tuh lagi dibelakang tag, lagi nguobrol” balasnya
                “ oh… ada berapa orang disini?”                       
                “ berapa ya? Cuma mbahnya 2, febri, aku sama ardy?”

07 Juli, 2012

"20.000 Rp" JOGJA UNDERCOVER

Santri juga bisa

Jogjakarta...

“ ntar lagi aku nyampek nih, kamu dimana”
 ketikku di sms hp yang sudah usang, kukirim pesan itu pada teman ku yang berjanji akan menjemput setibanya aku distasiun lempuyangan

            hari ini, perjalanan menuju kesuksesanku tak lain lagi menuju kekota istimewa ini, ya Yogyakarta, inginya aku bertemu dengan sahabat ku ketika mondok di pesantren dahulu, teman yang sekarang bersama sama melewati masa perkuliahan, teman yang ingin menggapai cita cita, teman yang ingin berjumpa dengan yang lainya. Ya akulah orang yang ingin bertemu dengannya, walaupun ada satu alasan yang dirahasiakan kedatanganku ke kota ini lagi, hehehe...

“ aku sudah di depan stasiun, ntar keluar aja langsung ” balas sms hilal padaku

09 Juni, 2012

KERETA EKONOMI PASUNDAN HANYA 35.000 RUPIAH SURABAYA-YOGKYAKARTA


Kereta Pasundan saat berhenti di stasiun
Santri juga bisa



Matahari belum ingin keluar, udara masih terasa sangat segar dan dingin waktu itu, aku juga sempat beberapa kali ke kamar mandi karena kebelet. Ya…, waktu itu jam 04.00 kurang lebih aku bangun dan cepat segera sadarkan diri,

hari ini, aku lagi ingin pergi ke stasiun kereta gubeng Surabaya, perjalanan kali ini menjadi perjalanan pertama ketika mata kuliah semester 2 hampir berakhir, berhubung  tinggal satu lagi masih ada uasnya, hehehe…

Baca artikel populer lainnya