05 Mei, 2018

Kembali ke Surabaya

Kembali ke Kota Pahlawan lagi hatiku pun mulai menerka cuaca yang panas menanti. Ditemani sang ibu yang senantiasa disisi, kami pun berangkat pagi tadi dengan menaiki bis Pelita Indah. Ya, Pelita Indah & Harapan Jaya merupakan 2 bis yang dua-duanya pernah saya naiki lintas kediri-Surabaya. Perjalanan begitu terasa sejuk karena bis yang kami naiki bertuliskan "AC Tarip Biasa". lumayanlah walaupun biasa masih bisa merasakan dinginya AC hehehe.

Tak banyak sangu yang kami bawa ke Surabaya, Tahu kuning khas kediri yang dibawakan bupuh di Tosaren menjadi oleh oleh buat di Surabaya nantinya. by the way tahu kuning asli kediri itu enak sekali loh, walaupun masih belum digoreng, kata ibuku tahunya sudah bisa dimakan dan rasanya juga tak kalah enak. gak percaya? coba ae rek, lek awak mu ke kediri tukuen tahu kuning. hehe



Sesampainya di Bungurasih biasa kami pun berjalan menuju bus Bratang yang akan mengantarkan kami ke Terminal Bratang dengan harga 10 ribu rupiah berdua, biasanya banyak para asongan yang menjual jajanan hingga peralatan yang macam-macam banyaknya, oh iya dan tak lupa pula sobat jangan lupa siapkan recehan buat para pengamen yang setia menghibur anda di perjalanan, hehehe

Tiba di Bratang, panas pun menyambut kami dengan teriknya. seketika ibu kebelet ke kamar mandi aku pun menemaninya dan singgah dulu sebentar di mushola disana yang terletak di pojok terminal. sesudah beristirahat 15 menit lamanya, kami pun berangkat lagi ke kontrakan dengan menaiki becak mesin/becak motor bro... Nah Alhamdulillah dengan 15 ribu rupiah saja kami sudah sampai di kontrakan kami di Bratang Wetan. Terima kasih ya pak becak...

Disamping rumah kontrakan ada tetangga kami bernama mbak Yanti, dia melirikku saat aku ke mau ke masjid menjelang dzuhur. selepas dzhuhur kuberikan sebagian sangu tahu kuning kami dari surabaya untuk beliau. beliau orangnya asli surabaya kalau ngomong wahhh jangan ditanya tapi dia aslinya baik tetangga disamping rumah semuanya baik-baik, buktinya saja saya ditawari makan siang tetapi saya tolak sok nggak mau, hehehe padahal aslinya mau tadi mbak.

Sorenya kami kedatangan tamu sepesial, ehm,,, sebenernya sepesial buat saya sih. iya siapa lagi kalau bukan dia, Eka. sehabis kerja dia dengan beraninya datang ke kontrakan dengan menaiki gojek. dia menggunakan baju putih dan jilbab hitam, senyumnya manis dan suaranya membuat diriku serasa di Medan. selanjutnya kami pun masuk kedalam bersama ibu yang menemani bertiga. kami menikmati tahu kuning sangu dari bupuh dan bercerita bagaimana kegiatan masing-masing.

Sampai malamnya kami bertiga ingin makan malam. aku dan ibu mencarikan soto yang akan kami santap di kontrakan, tak lama kami menemukan penjual soto di pinggir jalan, ya harganya sih 10 ribu rupiah tapi sotonya soto daging jadi agak mahal dari biasanya, tapi alhamdulillah rasanya juga enak. setelah makan kami pun berencana besok akan pergi ke ITS untuk olahraga. ntah apalah maunya si Eka, ada aja idenya kalau udah bersama kami. maunya itu ada aja. katanya sih dia suntuk seharian kerja dia mau jalan jalan dengan kami, sebenernya dia mau jalan-jalanya dengan saya sih, hehehe. Eits tapi belum boleh ya leee, kata ibu pasti gitu.

begitulah rek,, semua ini adalah obat buat diriku supaya bisa sehat dan kembali seperti biasanya. Semoga Allah memudahkan jalan kita dan semoga kita selalu diberi hidayah dan petunjuk oleh Nya.
Sekian dulu rek, sampai jumpa ya. Mana tau mungkin besok kita ketemu pas pasan di ITS/ aku jadi penasaran besok bakal seperti apa.

Eka, Anak angkat ibu'e

Tidak ada komentar:

Baca artikel populer lainnya