08 Mei, 2018

Malam

Malam memang gelap, segelap peci hitam yang baru kubeli barusan. malam menyisakan banyak cerita dari pagi ini hingga sore. tapi masih saja ada rasa bosan dan suntuk ketika tidak ada yang harus dikerjakan. bermain game? oh tidak... aku sudah berjanji untuk tidak memainkanya lagi. 3 game yang lalu sudah mulai  kutinggalkan pelan-pelan. mengikuti waktu yang terus berjalan aku pun harus lebih bersemangat untuk mengejar malam yang lebih indah dan malam yang lebih berkah yaitu malam wisudawan dan malam lailatul qadr.

al- Banjari, itulah merk peci yang barusan kubeli bersama ibu di Rabbani. harganya tak begitu mahal lah dengan kualitasnya cukup bagus dan nyaman untuk dikenakan saat shalat di masjid. setelah itu malam ini pun menjadi malam yang manis karena malam ini menyisakan kolak dingin yang dari tadi siang sudah ibu siapkan buatku. terima kasih ibu...

Obat sudah diminum, dan mata pun mulai mengantuk, saatnya istirahat dan aku harus bersemangat kembali esok hari. karena aku ingin bertemu Pak Joko di kampus. aku ingin menanyakan kabar laporan Kerja Praktekku yang sudah lama sekali belum keluar nilainya.

Semoga saya tambah sehat dan semangat terus, buat yang membaca tulisan ini. Terima kasih sudah mau mampir dan mau membaca tulisan ini, mari budayakan menulis dan membaca karena dengan 2 itu kita bisa mengukir sejarah baik di dunia nyata maupun maya.

Sekian... Selamat Malam

Kalender Kompetisi

Bukan hadiah yang membuat kita tetap berkreasi, tapi kalian yang mau beranjak untuk berkompetisi meraih prestasi.

Salurkan ide-ide kreatifmu dengan mengikuti kompetisi desain berikut. klik dibawah sini

CUP DESIGN COMPETITION



WTF 18 
(Symmer festival of music, art, fashion & food)


WASTE WISE
Smart Product for Waste Solution


Info lebih lanjut dapat dilihat di mading despro atau menghubungi Departemen INKA HIMA IDE.

@LINE : almasaulashofi (Alma)
@LINE : efvillanovalia2 (Efvilla)

Salam Prestasi!

#designITS
#himaIDE
#kalkom
#DesproBerprestasi

06 Mei, 2018

Selamat Ulang Tahun PENS

Hari ini sangat menyenangkan, aku bersama ibu boncengan menuju kampus untuk jalan jalan pagi. sebelumnya aku masih harus membenarkan kipas angin yang ada dikontrakan, karena bebeapa kali si ibu asik kenak baling-balingnyaaa aja. jadi mau nggak mau aku sebelum ke ITS memasang penutup kipasnya.

kami kumpul titik tengah lah di manarul ilmi, Masjid ITS yang sampai sekarang belum mempunyai menara. aku dan ibu berpisah sesampainya di Manarul, ternyata si ibu dari kejauhan sudah bertemu dengan pujaan hati, Eka. waktu sudah mulai menunjukkan pukul 06.30 lewat. suasana disekitar kampus sudah mulai terang, ini disebabkan molornya kami di kontrakan.

perjalanan pun dimulai, aku seolah-olah jadi tourguaide mereka. dari manarul kami berjalan menyusuri trotoar selangkah demi selangkah hingga ke Fakultas MIPA, jurusan biologi tepatnya disana kami melihat ada orang sedang berjalan-jalan diatas baju pijat pijat itu. ada juga yang sedang jalan sehat. setelah itu kami melewati jurusan elektro dan kami sempat mengunjungi ITS Urban Farming. disana kami melihat daun seledri yang hijau, ada kangkung dan juga bayam dan masih banyak lagi sayur sayuran yang ada ditempat tersebut.

05 Mei, 2018

Kembali ke Surabaya

Kembali ke Kota Pahlawan lagi hatiku pun mulai menerka cuaca yang panas menanti. Ditemani sang ibu yang senantiasa disisi, kami pun berangkat pagi tadi dengan menaiki bis Pelita Indah. Ya, Pelita Indah & Harapan Jaya merupakan 2 bis yang dua-duanya pernah saya naiki lintas kediri-Surabaya. Perjalanan begitu terasa sejuk karena bis yang kami naiki bertuliskan "AC Tarip Biasa". lumayanlah walaupun biasa masih bisa merasakan dinginya AC hehehe.

Tak banyak sangu yang kami bawa ke Surabaya, Tahu kuning khas kediri yang dibawakan bupuh di Tosaren menjadi oleh oleh buat di Surabaya nantinya. by the way tahu kuning asli kediri itu enak sekali loh, walaupun masih belum digoreng, kata ibuku tahunya sudah bisa dimakan dan rasanya juga tak kalah enak. gak percaya? coba ae rek, lek awak mu ke kediri tukuen tahu kuning. hehe

04 Mei, 2018

Pengalamanku bemain Coc, Dota 2 dan Mobile Legend

Gini bro, kalli ini aku menulis dengan harapan pengalaman ku ini jadi cermin juga buat kalian yang pernah merasakanya bermain game game ini. Aku gak tau betapa masih banyaknya game-game yang lain lebih bagus atau lebih seru dari 3 game yang aku share ke kalian, tapi aku yakin dan benar asli kalau aku pernah dan benar-benar hanyut dalam keseruan 3 game ini. Disini yang kusarankan buat kamu cobalah mengerti untuk menyikapi segala sesuatu yang kita lakukan walaupun ukuranya kecil atau sepele seperti game pada umumnya. Maka dari itu penting untuk mengutarakan sebuah pendapat saya tentang game ini.

Yang pertama, COC atau Clash of Clans

Game ini awalnya kumainkan dengan hp smartfrenku waktu itu. Smartfren juga tidak kalahlah dengan merk-merk hp lainya dalam masalah bermain coc. Permainan ini membuat ku penasaran ketika teman kuliahku bermain di jam kuliah. Permainan ini tidak akan saya jelaskan cara bermainya, hanya saja bisa anda lihat review lainya di artikel lainya. Dari mulai elder hingga leader, dari mulai kutu loncat hingga buat clan, dari mulai miskin hingga full elixir maupun gold, dari mulai bronze hingga yang merah merah apa itu namanya aku lupa, itu sudah aku cobain. Betapa banyaknya pengorbanan dan waktu terbuang hanya untuk membangun desa coc yang kalah menang warnya tidak menentu. Betapa banyak hal bodoh yang dilakukan dengan hp saat memainkanya, yang pas waktu makanlah, waktu mandi lah bahkan waktu boker (bab) pas lagi war. Rasanya waduhhhh. Game ini benar-benar membuat aku kehabisan kesadaran untuk berhenti. Belum lagi waktu itu gems yang sudah berkali kali disimpan ditabung eh malah hilang dan dipakai buat ngebost sama orang lain dengan sengaja. Rasanya geram kali kalau udah seperti itu. Tapi ya sudah lah, itulah game coc yang pernah kumainkan guys

Baca artikel populer lainnya