30 Desember, 2025

Bukan titipan apalagi instan

Cukup tau saja, itu tidak cukup. Butuh yang namanya peningkatan, butuh yang namanya perbaikan dan butuh yang namanya Indonesia. 
PBL Smart Tourism BBPVP Medan
PBL Smart Tourism BBPVP Medan

kompeten di bidangnya, bukan titipan apalagi instan. 

Aku mau, Indonesiaku...

Berbenah, aku mau Indonesiaku berbenah. Kalau kata istriku, maunya Indonesia itu hilang semua orang-orang nakalnya, orang-orang yang mengisi adalah orang-orang yang kompeten di bidangnya, bukan titipan apalagi instan. 

Berubah, aku mau Indonesiaku berubah. Menjadi lebih baik dari sebelumnya di bidang hukum, ekonomi dan sosial. Lebih peduli lagi dan berpihak kepada masyarakat, lebih melayani dan menjadi Indonesia yang adil dan beradab. 

Berjaya, aku mau indonesiaku berjaya. Generasi masa depan yang mampu menunjukkan taringnya. Bangsa yang memiliki wibawa di mata dunia. Mandiri dan mampu menjadi bagian negara digdaya. 

Bukannya ku tak yakin, tapi memang tahun ini Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Banyak persoalan dan masalah yang dihadapi Indonesia. Dan mirisnya, masih ada yang mengambil kesempatan dan keuntungan demi kelompok mereka. Ketika moral dan etika sudah tidak menjadi budaya, Indonesia mulai luntur dan seakan menjadi negara terjajah kembali, 80 tahun merdeka rasa jajahan budak elite dunia.

mulai dari yang mudah, mulai dari yang dekat dan semua itu harus dimulai.

Semoga Indonesia bisa berbenah, berubah dan berjaya di tahun berikutnya. Indonesia harus berdiri di kaki sendiri, memiliki pemimpin yang mengerti bukan yang maunya selalu ingin dimengerti. Sebagai salah satu rakyat Indonesia, aku yakin dengan Indonesia dan cukup tahu saja diri masing-masing, kita mulai dari yang paling kecil, aku mulai dari yang mudah, mulai dari yang dekat dan semua itu harus dimulai. Berbenah, Berubah dan Berjaya


29 Desember, 2025

Belajar jadi orang tua bahagia

22.43 malam ini Maryam belum tidur. Tahu kan kenapa? Karena orang tuanya belum tidur. Ayahnya masih megang hp sedang menulis ini dan ibunya padahal sudah tertidur duluan (kecapean dia) tapi kebangun lagi karena Maryam belum tidur.

Menjadi orang tua memang tidak mudah. Harus banyak belajar dan sabar. Belajar adalah bekal dan Sabar adalah mental. Aku sendiri menyadari, beberapa kali aku belajar caranya menjadi orang tua lewat mendengarkan mereka yang lebih dulu jadi orang tua (memiliki anak), ada juga aku menonton video parenting tentang mendidik anak, pernah juga membaca buku dari dr. Aisah Dahlan, bukunya bagus sekali, Maukah jadi Orang Tua Bahagia? Belajar Yuk.

Seperti yang sudah aku bilang sebelumnya perlu kesabaran dalam kita mendidik. Bagaimana pun kita belajar, ilmu mana pun kita gunakan, tetapi jika kesabaran masih setipis tisu dalam mendidik anak, pelajaran pelajaran terkait parenting tadi serasa omong kosong dan bualan belaka. Itulah sampai sekarang perlunya melatih rasa sabar. Benar saja, sabar itu sulit sekali rasanya, tapi itu perlu dilatih dan dibiasakan. 

"Ini dibaca, semoga menjadi orang tua yang lebih baik dari ibuk ya" 

Aku jadi teringat, buku ini sebelumnya tidak aku beli. Aku dapat hadiah buku ini dari seseorang yang sangat special. Hari dimana aku akan menjadi seorang ayah, biasanya si bayi yang akan dapat banyak hadiah seperti baju, alat makan dan lain lain. Ibunya juga tidak kalah biasanya dapat makanan, vitamin sampai tas untuk perlengkapan bayi. Sedangkan apa yang didapat ayahnya? Alhamdulillah ada dapat buku dr Aisah Dahlan itu dari ibu Nurlaila, ibuku sendiri. 

Begitulah ibuk, seorang orang tua, seorang mantan guru juga, memberikan hadiah buku ini untuk diriku yang amat kosong mungkin di matanya untuk menjadi seorang ayah. Aku masih ingat sekali pesan ibuk

"Ini dibaca, semoga menjadi orang tua yang lebih baik dari ibuk ya" pesan ibuk ketika memberikan buku

Dari kiri : Istriku, Ibukku & Adikku
Paling ganteng : aku


Buku ini mempunyai arti sangat dalam bagiku. Bukan hanya isi bukunya maupun penulisnya tetapi yang memberikannya kepadaku. Ibuk tahu mungkin bagaimana perasaanku saat ayah pergi meninggalkan kami, dan posisiku tidak berada disisi mereka. Ayahku sakit saat Covid dan tidak mau dirujuk ke rumah sakit, tetap bertahan di rumah dengan ibuk dan adikku saat itu. Dan aku? Aku masih di luar kota, tepatnya di Mojokerto. Saat itu masih mengajar dan menjadi wali kelas disana. Qadarullah Ayah meninggal padahal sakit sebelumnya seperti biasa saja, dan karena disaat Covid, aku baru bisa pulang ke rumah ayah di Malam ke-3.

Lewat buku ini, Ibuk sepertinya ingin membekaliku saat menjadi orang tua. Ibuk tahu dia bakal susah untuk menjawab pertanyaan terkait anak ataupun menjadi orang tua yang baik. Seolah dia menitipkan buku ini dan menjadi hadiah agar aku bisa ingat ibuk dan ayah. Aku tahu mereka sangat mencintaiku, dia juga mencintai adikku pastinya. Kami hanya berdua, saat ini adikku masih belum menjadi orang tua karena belum menikah dan fokus memperbaiki diri dengan berkarir dulu. Tidak masalah, itu bagus juga untuk bekal saat menjadi seorang ibu. Yang terpenting aku sebagai Abang mendoakan semoga adikku juga diberikan pasangan yang baik. 

Masih tentang buku itu, Maukah jadi Orang Tua Bahagia? Ketika aku mengajar di SMP IT Al-Jawahir, aku pernah diberikan amanah sebagai penanggung jawab kegiatan Guru Berliterasi. Kegiatan ini mewajibkan dan membiasakan para Buya dan Umi (panggilan guru di sekolah) untuk bersikeras melalui tulisan-tulisan mereka. Umi Dilla, sebagai kepala sekolah dan sebagai rekan kerja juga yang memiliki ide tersebut waktu itu. Karena sekolah memiliki blog dan saat itu masih kosong, dia berharap melalui kegiatan ini minat membaca di sekolah meningkat, mulai dari siswa, para guru hingga wali murid. Aku sangat apresiasi terhadap ide Umi Dilla dan sangat bingung juga waktu itu, karena kegiatan ini adalah kegiatan yang baru dan tidak ada sebelumnya. Jadi, aku pun membuat jadwal penulis di setiap bulannya dan di tahun 2023 dan aku buat namaku sebagai penulis pertama di kegiatan itu, aku juga pernah menuliskan 2 tulisan yang aku juga ambil materi atau kutipannya dari buku dr. Aisah Dahlan tersebut. Pertama tentang "Teknik menegur siswa 1 menit" dan kedua tentang "Emang beda anak laki-laki dengan perempuan?"

Dan di akhir tahun 2025 ini, aku coba kunjungi blog sekolah itu, bagaimana kabar tulisannya sekarang? Dan Masya Allah... per desember 2025 kegiatan Guru Berliterasi ini masih berjalan. Umi Sakina dan Umi Ainun yang dapat kebagian penulis di akhir tahun ini. Memang dari dulu aku sangat salut dengan semangat guru guru di Al-Jawahir. Bahkan melihat berjalannya kegiatan ini, aku jadi punya ide untuk bisa dibuat di tempat kerjaku saat ini terkait literasi. Karena di BBPVP Medan adalah lembaga pelatihan vokasi dan sebagai ujung tombaknya adalah instruktur untuk menciptakan tenaga tenaga kerja profesional. Aku akan membuat kedepan kegiatan "InkStruktur". Gabungan dari Ink+Instruktur, Ink dari kata tinta dan Instruktur sebagai pengajar atau pelatih di BLK. Kegiatan Literasi bagi instruktur BBPVP Medan yang disalurkan lewat tulisan. Bisa dari materi pelatihan, pengalaman, tips dan trik dan masih banyak lagi. Pasti awalnya sulit, karena ini pertama dan belum pernah ada sebelumnya, tetapi aku akan coba dengan pengalaman di Al-Jawahir dan saat ini juga sedang mengikuti Challange dari Tautannarablog11. Mudah mudahan ide itu bisa direalisasikan di Balai nanti, syukur syukur bisa jalan seterusnya. Wah bakal gimana ya nantinya...?

Oke, sekarang Maryam juga sudah tidur, deadline pengumpulan tulisan juga semakin dekat. Karena jika lewat, langsung gugur dan dikeluarkan dari grup, padahal sayang sekali tinggal 2 hari lagi atau 2 tulisan lagi. 

Buya Umi SMP IT Al-Jawahir 
Dari kiri atas : Buya Tatag, Buya Zul, Buya Donny, Buya Pras
Dari kiri bawah : Umi Sakina, Umi Wike, Umi Dilla, Umi Adel, Umi Icha, Umi Nisa


Intinya, sampai saat ini aku masih terus belajar. Belajar menjadi orang tua yang baik, menjadi suami yang baik, menjadi instruktur yang baik, menjadi guru yang baik, menjadi anak yang baik dan seperti tulisan sebelumnya di blog. Tidak penting kita menjadi yang terbaik tapi yang penting terus berbuat baik. 

Sebelum penutup malam ini, izinkan untuk mengucapkan terima kasih kepada orang orang baik di bawah ini :

Ibu Nurlaila, Ibuku yang terus mendoakanku
Ibu Eka, Ibunya Maryam yang paling sabar
Umi Dilla, Umi yang mencetus Guru Berliterasi 






28 Desember, 2025

Dampak Dua Wanita Hebat

Malam ini aku sedikit ingin bercerita tentang Maryam dan Ibunya. Dua wanita yang saat ini ada di sisiku setiap waktu. Dua perempuan yang selalu mengisi suara sepi di lamunanku. Dua cewek yang menjadi semangat dan motivasiku untuk terus berjuang.
Hal yang aku sadari dari mereka, Maryam dan ibunya memiliki kesamaan yang ku lihat. Ibu Maryam adalah seorang ibu yang sangat hebat. Dia bahkan bisa mengerjakan banyak pekerjaan rumahnya dengan baik, sesekali tetap meminta bantuanku, tapi beliau benar benar ibu yang luar biasa. Begitu juga Maryam, masih kecil Maryam sangat bersemangat, rasa ingin tahunya sangat kuat, bahkan Maryam bisa dikatakan hebat di atas anak seusianya dalam beberapa hal. 

Ada satu kekhawatiran ibu Mayam saat kehamilan ini, beliau pernah menanyakan apakah bisa membagi cintanya yang adil untuk kedua anaknya nanti? Tanya Ibu Maryam

Dengan percaya diri aku menjawabnya "Insya Allah ibu bisa, yang penting kita berusaha dan terus belajar menjadi orang tua yang baik"

Yang jelas, hidup ini rasanya lebih indah. Sebelumnya aku pernah merasakan kehilangan saat ayahku pergi meninggalkan dunia. Rasanya hampa, sedih dan sedikit kecewa karena merasa belum bisa memberikan yang terbaik kepada sang Ayah. Kini, waktu Maryam hadir ditengah tengah kami, hidup itu pun terasa mulai hidup kembali, sepi itu kini ada yang mengisi dan hari hari pun lebih banyak yang akan dilalui bersama Maryam kecil. 

Aku hanya ingin berterima kasih kepada Ibu Maryam yang telah mengorbankan waktu, tenaga dan pikirannya untuk Maryam dan keluarga. Sungguh besarlah jariyah yang akan diterima karena kelak Maryam akan tumbuh menjadi anak sholeha. 

Maafkan aku sebagai suami dan ayah masih belum sempurna. Semoga aku bisa menjadi yang lebih baik untuk memimpin keluaran kecil ini. Keluarga yang bahagia, keluarga yang sederhana dan keluarga harmonis. 

Sebelum mengakhiri tulisan malam ini, padahal kalian di sebelahku sudah bersiap untuk tidur, padahal aku sedang asyik sendiri menulis tentang kalian berdua. Banyak sekali sebenernya yang mau aku tuliskan tapi masalahnya aku menyadari bahwa aku tidak seharusnya asyik sendiri dengan gadgetku disini. Untuk itu, aku cuma ingin bilang 

"Ayah sayang Ibu Eka dan Maryam ❤️"

27 Desember, 2025

Yth. Kepada Allah SWT

Suatu hari di Desa Maju Bersama ada seorang kakek berusia sudah tidak muda lagi. Dia tinggal di rumah sendirian sebatang kara. Sebutlah kakek ini bernama Ponimin. Sebelumnya kakek Ponimin mempunyai riwayat penyakit dan diharuskan operasi di salah satu rumah sakit oleh dokter. Jika tidak penyakitnya akan membuat hidup kakek tidak lama lagi. 

Kakek pun mencoba menghubungi anak anaknya di luar kota yang sudah tidak tinggal bersamanya. Karena si kakek butuh biaya untuk operasinya
"Nak, gimana kabarnya? Kakek butuh biayalah buat operasi, kalau ada uangmu pinjamkanlah 5 juta aja nanti kakek ganti" telpon si kakek

Tapi satupun anaknya tidak ada yang mau meminjamkan biaya untuk si kakek. Mau kemanalah lagi kakek ingin meminjam uang, kepada anak anaknya pun tidak ada. Tetangga dan saudaranya di sekitar rumah pun tidak ada yang mau membantu. 

Singkat cerita, kakek Ponimin pun sudah pasrah, dia tidak tau lagi mau meminta bantuan ke siapa. Akhirnya dia menuliskan sebuah surat untuk meminta biaya operasi yang berisikan jumlah nominal biayanya sebesar 5 juta rupiah kemudian kakek Ponimin menuliskan tujuan suratnya "Yth. Kepada Allah SWT di tempat"

Dikirimlah surat tersebut ke kantor pos Desa Maju Bersama. Dan sampailah surat itu kepada petugas kantor pos. Namun surat itu ditemukan tidak seperti biasa, karena surat itu tertulis dengan tujuan "Yth. Kepada Allah SWT di tempat". Biasanya kantor pos jika ada surat yang tidak jelas ataupun tidak tau kemana harus dikirimkan, pihak kantor pos akan mengirimkan surat tersebut ke kantor Polisi. 

Sampailah surat kakek Ponimin itu di Kantor Kapolda. Kemudian Pak Kepala Kapolda membaca isi surat tersebut yang bertuliskan "Yth. Kepada Allah SWT di tempat", dan didalamnya terdapat kabar bahwa ada seorang kakek dari warganya di Desa Maju Bersama sedang membutuhkan biaya untuk operasi penyakit yang diderita. Tak disangka hati seorang Pak Kepala Kapolda pun tersentuh dan sangat sedih. Dengan segera dia memanggil seluruh anggota Kepala kepolisian dan jajarannya untuk rapat penting di ruangannya.

Seluruh Kepala kepolisian dan jajaran berkumpul diberitahu oleh Bapak Kapolda, bahwasanya ada seorang kakek salah satu masyarakat kita membutuhkan biaya 5 juta rupiah untuk operasi. Karena ini adalah perintah dari kapolda untuk membantu si kakek, akhirnya para Kepala polisi tersebut mengumpulkan dana masing masing. Dan terkumpul lah hasil penggalangan dana sebesar 4,5 Juta untuk si Kakek. 

"Alhamdulillah kita berhasil menggalang dana dan akhirnya terkumpul sebanyak 4,5 juta untuk operasi kakek Ponimin. Dan akan kita berikan segera bantuan ini" Tutup Pak Kapolda saat mengakhiri rapat dengan jajarannya.

Dengan kebesaran dan kebaikan hati pak Kapolda. Diantarkanlah uang bantuan tersebut langsung oleh beliau dan ingin menyaksikan secara langsung siapakah kakek Ponimin tersebut. Sebelum ke rumah pak kapolda sempat berpikir dengan jumlah nominal yang tidak sampai 5 juta seperti yang ditulis di dalam surat, tetapi pak kapolda tetap melanjutkan berharap mungkin si kakek bisa menambahkan sendiri kekurangannya dengan meminta bantuan yang lain. 

Sesampainya di rumah kakek Ponimin, pak Kapolda mengetuk rumah kakek

"Assalamu’alaikum, apa benar ini rumahnya Kakek Ponimin" tanya pak Kapolda

"Iya benar, ada masalah apa Bapak polisi sampai datang ke rumah saya?" Tanya kakek sambil kebingungan. 

"Iya kakek, sebelumnya kami menerima surat dari kakek dengan tujuan "Yth. Kepada Allah SWT di tempat" berisi meminta bantuan biaya untuk operasi" ucap pak Kapolda menjelaskan.

"Nah, disini kami datang dan saya mewakili bahwa ini ada sedikit bantuan dari Allah SWT untuk kakek" jawab pak kapolda sambil menyerahkan amplop. 

"Alhamdulillah, terima kasih" balas si kakek dengan sangat gembira sambil menerima amplop tersebut dan segera memeriksa isi di dalamnya.

Tak lama kemudian, setelah mengecek dan memastikan isi amplop, ternyata yang diterima kakek hanya 4,5 Juta. Sontak si kakek Ponimin berkata :

"Eeeeeeeee, Bisa kali kalian ya kasih aku cuma 4,5 Juta. Padahal aku tulis di surat butuh 5 Juta buat biaya operasi, padahal katanya ini dari Allah SWT tapi itupun 500 ribu diambil masuk kantong kalian juga" Kesal si kakek pada pak kapolda. 


----------

Teman-teman semua yang membaca tulisan ini. Saya izin dan Tanpa mengurangi rasa hormat kepada siapapun, khususnya teman-teman dari kepolisian. apa yang bisa kita ambil pelajaran dari cerita di atas? 

Iya tentunya di kehidupan kita saat ini, kita adalah makhluk sosial dan tidak bisa hidup sendiri, kita butuh lingkungan dan hidup bermasyarakat yang baik dan akur. Tentunya dalam berkehidupan kita juga harus saling membantu. Terkadang niat baik kita juga tidak selalu dipandang baik orang lain, bahkan niat baik itu sering dipojokkan dan direndahkan seperti cerita di atas. Jadi, pesan yang ingin disampaikan adalah tidak penting siapa yang terbaik, tetapi yang penting siapa yang terus berbuat baik.

Semoga bermanfaat...
Cerita ini diambil dari salah satu materi Capacity Building BBPVP Medan 
Toms Junggle, 19 Desember 2025

----------


26 Desember, 2025

Sepasang Bebek Peking

Bebek Peking
Sekilas bebek ini adalah hewan peliharaan yang sering kita temui apalagi di daerah pedesaan. Di Binjai sendiri, aku sering sekali melihatnya di sekitar halaman rumah tetangga. Beberapa ada yang pelihara sendiri ada juga yang ternak bebek jenis ini, tapi kebanyakan lebih banyak pelihara mentok.

Istriku di hamil yang kedua ini, entah kenapa sangat sering minta dibelikan bebek. Mau itu bebek penyet, bebek Hj Slamet, sampai mau punya bebek untuk dipelihara. 

Kebetulan kami di rumah pelihara ayam kampung, sampai sekarang alhamdulillah sudah generasi 3 dan 4. Sampai sekarang jumlahnya masih 1 jantan 3 betina, 2 calon jantan 2 calon betina dan 7 anak ayam kecil. Jika ada yang mau telur ayam kampung atau ayam kampung biasanya kami jual. Kami juga sering konsumsi sendiri telur maupun daging ayam kampung tersebut. 

Nah, balik lagi ke Bebek. Akhirnya setelah berkali-kali istri sangat ingin punya bebek. Aku pun mencari bebek peking yang sudah agak besar. Karena jika beli dari anakan atau yang masih kecil, mungkin cukup lama untuk membesarkannya dan rawan mati. Tak lama aku cari di marketplace, bebek peking yang sudah agak besar, akhirnya aku temukan dengan salah satu peternak di daerah Helvetia. 

Perjuangan sekali waktu itu, pulang dari kantor terus menuju helvet untuk cod bebek peking. Aku hanya membeli sepasang, 1 jantan dan 1 betina. Karena belum punya pengalaman juga kan pelihara bebek, dan ini juga keinginan istri, ntah ngidam apapun dia asik bebek aja dibilangnya kalau jumpa denganku. 

Alhamdulillah saat ini sepasang bebek kami sudah beberapa kali bertelur, kami saja tak menyangka bahwa secepat itu mereka bertelur, untuk usianya juga aku tidak tau pasti. Yang jelas waktu aku beli itu sekitar 4 bulanan. 

Nah itulah sepasang bebek peking yang aku baru beli tahun ini. Sekarang setelah bebek itu bertelur, aku masih bingung bagaimana caranya agar bebek itu bisa mengaram telur mereka, karena biasanya mereka bertelur di sembarang tempat dan bertelur tidak setiap hari namun jarang jarang. Kadang bertelur 2 hari kadang tidak bertelur kadang bertelur kembali 3 hari selanjutnya. 

Mungkin jika ada teman teman yang tau tipsnya untuk beternak bebek peking, silahkan tulis di komentar ya... biar bisa juga sukses punya bebek peking. Insya allah dari sepasang bisa jadi banyak. 

Baca artikel populer lainnya