27 Desember, 2025

Yth. Kepada Allah SWT

Suatu hari di Desa Maju Bersama ada seorang kakek berusia sudah tidak muda lagi. Dia tinggal di rumah sendirian sebatang kara. Sebutlah kakek ini bernama Ponimin. Sebelumnya kakek Ponimin mempunyai riwayat penyakit dan diharuskan operasi di salah satu rumah sakit oleh dokter. Jika tidak penyakitnya akan membuat hidup kakek tidak lama lagi. 

Kakek pun mencoba menghubungi anak anaknya di luar kota yang sudah tidak tinggal bersamanya. Karena si kakek butuh biaya untuk operasinya
"Nak, gimana kabarnya? Kakek butuh biayalah buat operasi, kalau ada uangmu pinjamkanlah 5 juta aja nanti kakek ganti" telpon si kakek

Tapi satupun anaknya tidak ada yang mau meminjamkan biaya untuk si kakek. Mau kemanalah lagi kakek ingin meminjam uang, kepada anak anaknya pun tidak ada. Tetangga dan saudaranya di sekitar rumah pun tidak ada yang mau membantu. 

Singkat cerita, kakek Ponimin pun sudah pasrah, dia tidak tau lagi mau meminta bantuan ke siapa. Akhirnya dia menuliskan sebuah surat untuk meminta biaya operasi yang berisikan jumlah nominal biayanya sebesar 5 juta rupiah kemudian kakek Ponimin menuliskan tujuan suratnya "Yth. Kepada Allah SWT di tempat"

Dikirimlah surat tersebut ke kantor pos Desa Maju Bersama. Dan sampailah surat itu kepada petugas kantor pos. Namun surat itu ditemukan tidak seperti biasa, karena surat itu tertulis dengan tujuan "Yth. Kepada Allah SWT di tempat". Biasanya kantor pos jika ada surat yang tidak jelas ataupun tidak tau kemana harus dikirimkan, pihak kantor pos akan mengirimkan surat tersebut ke kantor Polisi. 

Sampailah surat kakek Ponimin itu di Kantor Kapolda. Kemudian Pak Kepala Kapolda membaca isi surat tersebut yang bertuliskan "Yth. Kepada Allah SWT di tempat", dan didalamnya terdapat kabar bahwa ada seorang kakek dari warganya di Desa Maju Bersama sedang membutuhkan biaya untuk operasi penyakit yang diderita. Tak disangka hati seorang Pak Kepala Kapolda pun tersentuh dan sangat sedih. Dengan segera dia memanggil seluruh anggota Kepala kepolisian dan jajarannya untuk rapat penting di ruangannya.

Seluruh Kepala kepolisian dan jajaran berkumpul diberitahu oleh Bapak Kapolda, bahwasanya ada seorang kakek salah satu masyarakat kita membutuhkan biaya 5 juta rupiah untuk operasi. Karena ini adalah perintah dari kapolda untuk membantu si kakek, akhirnya para Kepala polisi tersebut mengumpulkan dana masing masing. Dan terkumpul lah hasil penggalangan dana sebesar 4,5 Juta untuk si Kakek. 

"Alhamdulillah kita berhasil menggalang dana dan akhirnya terkumpul sebanyak 4,5 juta untuk operasi kakek Ponimin. Dan akan kita berikan segera bantuan ini" Tutup Pak Kapolda saat mengakhiri rapat dengan jajarannya.

Dengan kebesaran dan kebaikan hati pak Kapolda. Diantarkanlah uang bantuan tersebut langsung oleh beliau dan ingin menyaksikan secara langsung siapakah kakek Ponimin tersebut. Sebelum ke rumah pak kapolda sempat berpikir dengan jumlah nominal yang tidak sampai 5 juta seperti yang ditulis di dalam surat, tetapi pak kapolda tetap melanjutkan berharap mungkin si kakek bisa menambahkan sendiri kekurangannya dengan meminta bantuan yang lain. 

Sesampainya di rumah kakek Ponimin, pak Kapolda mengetuk rumah kakek

"Assalamu’alaikum, apa benar ini rumahnya Kakek Ponimin" tanya pak Kapolda

"Iya benar, ada masalah apa Bapak polisi sampai datang ke rumah saya?" Tanya kakek sambil kebingungan. 

"Iya kakek, sebelumnya kami menerima surat dari kakek dengan tujuan "Yth. Kepada Allah SWT di tempat" berisi meminta bantuan biaya untuk operasi" ucap pak Kapolda menjelaskan.

"Nah, disini kami datang dan saya mewakili bahwa ini ada sedikit bantuan dari Allah SWT untuk kakek" jawab pak kapolda sambil menyerahkan amplop. 

"Alhamdulillah, terima kasih" balas si kakek dengan sangat gembira sambil menerima amplop tersebut dan segera memeriksa isi di dalamnya.

Tak lama kemudian, setelah mengecek dan memastikan isi amplop, ternyata yang diterima kakek hanya 4,5 Juta. Sontak si kakek Ponimin berkata :

"Eeeeeeeee, Bisa kali kalian ya kasih aku cuma 4,5 Juta. Padahal aku tulis di surat butuh 5 Juta buat biaya operasi, padahal katanya ini dari Allah SWT tapi itupun 500 ribu diambil masuk kantong kalian juga" Kesal si kakek pada pak kapolda. 


----------

Teman-teman semua yang membaca tulisan ini. Saya izin dan Tanpa mengurangi rasa hormat kepada siapapun, khususnya teman-teman dari kepolisian. apa yang bisa kita ambil pelajaran dari cerita di atas? 

Iya tentunya di kehidupan kita saat ini, kita adalah makhluk sosial dan tidak bisa hidup sendiri, kita butuh lingkungan dan hidup bermasyarakat yang baik dan akur. Tentunya dalam berkehidupan kita juga harus saling membantu. Terkadang niat baik kita juga tidak selalu dipandang baik orang lain, bahkan niat baik itu sering dipojokkan dan direndahkan seperti cerita di atas. Jadi, pesan yang ingin disampaikan adalah tidak penting siapa yang terbaik, tetapi yang penting siapa yang terus berbuat baik.

Semoga bermanfaat...
Cerita ini diambil dari salah satu materi Capacity Building BBPVP Medan 
Toms Junggle, 19 Desember 2025

----------


Tidak ada komentar:

Baca artikel populer lainnya