25 Desember, 2025

Desember favoritku dari 2019-2025

Desember 2019
2019 ini banyak sekali momen yang tak terlupakan, di bulan Desember juga menjadi bulan akhir yang sampai sekarang tentunya jadi bulan yang istimewa. Bagaimana tidak? Mulai maret 2019, Momen aku wisuda dari kampus perjuangan ITS Surabaya akhirnya selesai juga. Alhamdulillah setelah belasan semester aku lalui, akhirnya jadi sarjana juga. Lalu, Oktober di tahun 2019, Lamaran dengan calon istri waktu itu jadi momen yang terlupakan. Diriku yang masih mengajar di SMK Pesantren Darul Dakwah Mojokerto belum bisa hadir saat Lamaran. Aku hanya diwakili Ayah, Ibu dan adikku yang datang menemui keluarga dan calon istriku. Dan finally, Desember 2019, Akhirnya kami menikah di Binjai dengan seluruh keluarga besar juga ikut hadir. Keluarga dari Aceh dan Jawa juga datang untuk mendoakan kami. Terima kasih semuanya, tentunya Desember 2019 menjadi favoritku sampai sekarang.

Desember 2020
Tidak lama setelah menikah, sebelum tahun baru 2020 aku dan istri melanjutkan kembali perjuangan lagi ke Jawa Timur. Aku mengajar di Pondok dan istri bekerja di Apotek K24 Malang. Perjuangan awal setelah menikah dilalui dengan LDR yang membuat rindu setiap hari. Mojokerto-Malang. Ya, mungkin hanya weekend lah kami bisa bertemu dan ataupun libur panjang. Belum lagi sempat wabah Covid saat itu yang mulai beredar menjadi tantangan yang tidak mudah. Kami juga mengantarkan adik istri (Abi) untuk dimasukkan ke Pondok Temboro, Magetan, Jawa Timur. Ini adalah amanah dari mertuaku menitipkan Abi kepada kami untuk mendaftarkan sekolahnya di Jawa. 

Desember 2021
Jujur, 2021 ini sebenernya tahun aku merasakan kesedihan yang cukup dalam. Berpulangnya ayahku, Bpk Dwi Budiwiwaramulja di Bulan Agustus menjadi alasan utama kami untuk kembali ke Medan. Kabar dari istriku juga bahwa ibu mertua kondisinya sakit dan sudah tidak sehat seperti biasa. Akhirnya, di tahun ini lah kami memulai perjalanan dan kami harus lalui dengan kuat dan sabar mulai dari 0 di Binjai. Kami buka usaha kecil di Kedai, buat percetakan mini, terima jasa desain, belajar berkebun, berternak ayam dan menjual produk herbal HNI. Aku sadari sedih pasti masih terasa beberapa momen di tahun 2021, tapi aku harus kuat dan harus menghadapi karena aku yakin setiap kejadian ini pasti ada hikmahnya dari Allah. Dan insya Allah aku akan berusaha dan berjuang semaksimal mungkin

Desember 2022
Alhamdulillah, alhamdulillah dan alhamdulillah 2022 kabar baik datang, menjadi momen bahagia saat istriku memberi kabar bahwa dia hamil anak kami yang pertama. Setelah penantian kurang lebih hampir tiga tahun berikhtiar akhirnya garis dua. Saat itu aku pun merasa harus mencari pekerjaan tetap dan tidak bisa untuk terus di rumah, aku tahu ke depan pasti lebih banyak kebutuhan dan kewajiban yang aku penuhi. Alhamdulillah juga karir mengajar pertama di Medan, aku diterima di SMA Amanah Tahfidz, Mencirim, Medan Krio. Disinilah awal mula aku bisa mengajar dan bertemu dengan guru guru hebat yang sampai sekarang masih berhubungan dengan baik. Photo di atas merupakan phoro saat kegiatan Rihlah Amanah Tahfidz di Bukit Lawang. Saat itu istri sedang hamil dan aku ajak ikt Rihlah bersama guru-guru agar lebih akrab dan dekat.

Desember 2023
Janji Allah itu nyata, di tahun 2023 alhamdulillah kami tidak berdua lagi, Putri pertama kami, Maryam Mulya Mahdiya, hadir memberi keramaian di keluarga kecil ini. Aku juga bersyukur kami diberikan kesehatan dan masih bisa dipertemukan oleh orang orang baik. Di tahun ini juga karirku yang tadinya mengajar di satu sekolah, alhamdulillah bisa mengajar di 4 sekolah yang berbeda. Mungkin hadirnya Maryam benar benar membuka rezeki kami dan kebahagiaan buat kami. Istri saat itu sepenuhnya di rumah dan tidak bekerja sebagai Apotek. Kali ini aku yang keluar rumah untuk mengajar di SMA Amanah, SMP IT Al Jawahir, SMA Paba Binjai dan SMA 18 Muhammadiyah Sunggal. Ini semua mungkin tidak lepas dari doa Ibuku, Ibu mertuaku, Istriku dan tentunya doa si kecil Maryam ❤️. Photo di atas adalah momen kami bersama maryam pertama kali ke Aceh untuk mengunjungi ada saudara yang sakit. Di perjalanan kami bertemu sahabat kami, Rinaldi, di Langsa. Terima kasih pak Zakiyul dan sekeluarga sudah membolehkan kami menumpang ke Aceh jalan jalan. 

Desember 2024
Desember 2024 ini, aku mulai dengan karir yang baru. Alhamdulillah setelah mengajar di beberapa sekolah, 1 Maret 2024 diangkat menjadi ASN PPPK di BBPVP Medan, Kementerian Ketenagakerjaan. Sebelumnya di akhir 2023 aku sudah mengajukan pengunduran diri di tempat mengajarku saat informasi kelulusan diterima. Sampai saat itu aku sangat bersyukur begitu banyak nikmat dan karunia yang Allah berikan kepadaku. Padahal sebelumnya kami diuji dengan kecelakaan jatuh saat naik sepeda motor bersama istri dan maryam, kemudian kehilangan HP saat kami menginap di salah satu rumah sakit di Binjai, bahkan dua dua, hpku dan hp istri hilang waktu itu dicuri saat malam hari di rumah sakit. Kami sangat yakin Allah menguji hambanya, melainkan hamba tersebut mampu untuk melaluinya. Dan di akhir tahun 2024, bulan Desember kami bisa berkumpul bersama ibuku dan adik dengan jalan jalan mengelilingi kota Medan. Inilah momen pertama Maryam naik kereta api dan Bus Listrik Medan (waktu itu masih gratis)

Desember 2025
Yups... malam ini, mungkin perjalanan ini masih panjang dan masih butuh perjuangan. Aku hanya ingin mengucapkan terima kasih ibuku sudah mendoakan aku sejauh ini. Tanpa doamu mungkin aku tidak bisa sampai di titik ini. Untuk istriku, Eka Dharma Isni, yang saat ini sedang hamil lagi. Happy Birthday dan Happy Anniversary yang ke-6. Ayah sayang ibu Mayam ❤️

Dan untuk Maryam, yang insya Allah tahun depan jadi kakak. Semoga kamu jadi anak yang sholehah ya nak... Aamiin

Btw terima kasih Amma Pemi yang sudah belikan Kuenya...

24 Desember, 2025

komat kamit kalimat semangat

1. Bentuk boleh sama, rasa dan kualitas pasti berbeda.
Kalimat pertama aku ambil dari tagline Mawar Bakery & Cake Shop. Kebetulan siang ini dapat snack karena ada kegiatan. Alhamdulillah masih bisa menikmati rasa dan kualitas dari makanan tersebut. Sambil mencari ide 6 kalimat lainnya, sepertinya kalimat ini punya makna mendalam untuk diriku. 

2. Warga bantu warga sekarang berganti korban bantu korban.


3. Emangnya Mereka Siapa?


4. Ayah, Maryam mau makan bombon boleh?


5. Yo wes ..nyuwun diparingi Slamet Karo Gusti Allaah ya.


6. Ada rasa yang berbeda saat bisa memberikan bantuan untuk korban.


7. Terima kasih istriku, Selamat ulang tahun dan happy anniversary.

Bersambung...

23 Desember, 2025

Majas : Warna tak bernilai

Sebut saja namanya Abu-abu. Jumlahnya sangat banyak dan sangat sering ditemukan di sekitar kita. jangan sepele, terkadang kita sangat memerlukan si Abu-abu disaat mendesak. Ketika ada kelebihan dia sering dicari, ketika ada pengamen atau orang minta-minta tak jarang si Abu-abu sering dikorbankan, apalagi tukang parkir, wah dia merupakan kolektor si Abu-abu yang paling banyak mungkin.

Ada lagi si Cokelat. Dulu waktu masih SD punya Cokelat itu senang sekali rasanya. Sudah dikelilingi teman banyak karena nungguin di depan kantin bareng Coklat. pernah booming juga rental PS yang masih PS 1 dan 2 waktu itu juga sudah bisa 2-3 jam berkat si Coklat. Tidak sering sih aku punya Coklat, setidaknya pernah tau bagaimana rasanya punya Coklat waktu itu.

Ada lagi si Ungu. Kalau ini biasanya tiap lebaran atau Hari Raya tuh banyak ditemukan. kadang aku sering simpan si Ungu karena jarang didapat, jadi sebisanya tak akan kubiarkan dia cepat menghilang. Ungu juga sangat dekat dengan si Coklat dan ada juga satu lagi teman dekatnya yaitu si Hijau.

Kalau Hijau, aku kurang tau ya kenapa lebih jarang terlihat dan ditemukan. mungkin karena dia ada di tengah tengah. banyak orang yang membutuhkan namun jarang dikeluarkan dan akan dikeluarkan saat waktu tertentu saja. Sampai sekarang kan pun masih bisa dihitung berapa jumlah Hijau yang aku punya.

Selain itu ada si Biru yang paling gampang keluar kalau di tempat tempat mahal. aku harus bisa mengontrol dan mengelola dengan baik. Sifatnya sangat tiba tiba, tiba-tiba ada tiba-tiba sudah tiada. si Biru juga sering menemani ketika aku belanja keperluan dapur. Sesekali Biru juga sering dikorbankan dengan lainnya, bukan karena tidak suka atau tidak dibutuhkan, tetapi Biru bisa mengorbankan dirinya untuk memudahkan aku belanja dengan mendapatkan warna lainnya, Abu-abu, Cokelat, Ungu dan Hijau

yang terakhir si Merah. Dia adalah kasta tertinggi saat ini. Dia sangat sering muncul di kalangan kalangan atas. Jika memilikinya seolah-olah bisa menjadi apa yang ku suka, tiba tiba nafsu menjadi memuncak, keinginan menjadi banyak dan harus bisa membuat si Merah tadi tidak cepat pergi dan meninggalkan pemiliknya. 


Tapi, ada satu warna yang membuat warna-warna di atas tadi bernilai. Hitam gelap
warna yang paling ditakutkan, warna yang memiliki perasaan takut, sedih dan biasanya digunakan untuk menjelaskan rasa kecewa dan putus asa. kita tahu hampir genap satu bulan lalu, banyak saudara saudara kita di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat memiliki warna gelap itu. Warna yang membuat warna warna sebelumnya tidak kelihatan, tidak bernilai dan tidak berguna. 

Bahkan, saat ini mereka tidak membutuhkan warna warna tersebut. Mereka lebih membutuhkan makanan, air minum dan kebijakan yang menolong mereka agar bisa kembali hidup dengan normal. Itulah definisi sebanyak apapun warna yang dimiliki namun warna itu tidak bernilai jika sudah terjadi Bencana.




22 Desember, 2025

Menjadi orang baru di dunia vokasi

Hai semua, bagaimana kabarnya? semoga hari kalian menyenangkan ya. Tidak terasa ini adalah hari ke-5 melanjutkan challange menulis tautannarablog ini. Terima kasih sebelumnya sudah berkunjung dan mau membaca tulisanku sampai sekarang. semoga bermanfaat lah ya jika berkenan juga silahkan share dan tuliskan komentar nanti setiap selesai kamu baca tulisan-tulisanku. Ohiya, kali ini aku ingin sedikit cerita tentang aku saat pertama diterima di tempat kerjaku yang baru.

Sudah hampir genap 2 tahun aku menjalani karir baru di BBPVP Medan. Seperti biasa tidak mudah beradaptasi saat awal mula disini. Rasa canggung, malu dan sungkan pasti sering ku alami. Banyak orang-orang baru yang hadir dan akan sering dijumpai di tempat ini. Mulai dari pegawai, pegawai honorer, security dan lainnya. Sebagai seorang instruktur disini, di awal pertama kali masuk juga belum bisa untuk mengajar, aku masih diperbantukan di salah satu bagian kantor yaitu Bagian Intala.

di bagian Intala ini aku masih mempelajari awal awal apa saja kegiatan yang dilaksanakan, siapa saja satu tim di bagian Intala, kapan biasanya kegiatan dilaksanakan, bagaimana prosedur kerja dan teknis yang dilakukan dan berapa lama biasanya pelatihan dilaksanakan. aku sendiri belum bisa mengajar di kelas, karena belum memiliki sertifikat metodologi instruktur. di awal aku hanya memiliki sertifiakt kompetensi teknis video editor yang di akhir tahun ini seharusnya sudah habis dan harus diperpanjang.

21 Desember, 2025

Tega - Sebuah perasaan yang tidak mereka miliki

Hidup di Binjai itu ngeri ngeri sedap. Kenapa? Kalau kalian tau binjai daerah megawati, itu bisa dibilang daerah diantara Deli Serdang dan Binjai. Siapa yang tidak tau dulu disini sering kali banyak anak muda adu kencang kereta, kalau bahasa sini balap liar gitu lah. 

Itu satu, lainnya ada lagi. Kalian tau kalau disini waktu malam itu gelap kali dah, sumpah. Dipasang lampu, Hilang. Dipasang lampu lagi hilang lagi, udah gitu terus sampai sekarang. Makanya gelap, mana pernah disini terang. Tunggu Paris salam dari Binjai jadi Presiden lah baru terang kayaknya. 

Itulah kebiasaan yang kualami, kurang lebih baru 4 tahun sih tinggal di Binjai. Cuma gak kebayang lah tetangga-tetangga yang lebih lama tinggal disini, kok bisa betah kali ya?. Pernah juga denger cerita dulu disini juga banyak kali yang makek, tau lah ya makek apa? Apa ga gawat kali ya kan...

Kurungan besi ayam
Kurungan besi ayam yang hilang

Belum lagi maling, haduh kalau cerita maling udah lah ampun kali aku. Bisa coba hari ini, gak usah yang lalu-lalu lah ya. Hari ini kami ada pergi niatnya jalan jalan lah gitu, gak jauh-jauh, cuma sekitar Binjai aja. Pergilah kami ke Biestro ya kan. Seperti biasa pagi sebelum pergi, aku dah kasih makan ayam beberapa piaraan di belakang rumah, fyi aja halaman belakang rumah kami itu di keliling tembok setinggi kurang lebih 2,5 meter ditambah pecahan kaca (beling) di seluruh bagian atas tembok, nah di luarnya itu masih ada dikelilingi lahan yang ada beberapa kebon lah, ada pisang, ubi, mangga, rambutan juga salah satunya, dan ladang itu ditembok juga 2,5 meter kayak yang di dalam tadi. Nah yang lucunya kandang besi ayam yang ada di belakang rumah paginya masih ada, pulang kami dari Biestro mau kasih makan ayam sore tadi, Lenyap kandang besinya... Lenyap tau gak? Gak nampak dia wujudnya, padahal pagi tadi ada.

Masuk ke rumah, dengan polosnya ku tanya istri, adik istri, sama nenek juga.

"Ada nampak Kandang ayam yg besi?"
"Ya di belakang rumah lah yah" jawab istri sambil lipat lipat pakaian dia.

Balik lagi ke belakang, masih gak percaya. Oh mungkin ada yang mindahin ya kan. Pelan pelan ku lihat di pojok pojok itu. Gaaaak nampak juga wujud si kandang. Sambil nengok tembok yang tinggi aku termenung, 
"Macem mana lah maling ini bisa ambil ya" 

Gelisah aku tau kalian, dari tadi sore sampai aku nulis malam ini, asik kepikiran aja si kandang. Kok bisa gitu? Kalau ditengok harganya paling 150 ribu nya, tapi masalahnya ini mau sampai kapan. Hari ini kandang yang hilang, besok apalagi ya kan? Dan itu di belakang rumah yang ditembok, apalagi gak ditembok wah mungkin lebih kacau lagi.

screenshoot whatsapp
Info kehilangan di grup Whatsapp

kotak infaq
Kotak infaq dicuri

Oiya sebelumnya juga ada mushola dekat rumah, info dari grup wirid di WhatsApp, kotak infaq mushola hilang coba lah. Apa nggak ngeri sedap ya kan? Gak mau lebaran, gak mau tahun baru ada aja ulah manusia manusia ini ya. Astaghfirullah...

Udah lah itu aja, masih gelisah pun aku malam ini. Setidaknya bisa ngelepas unek unek lewat tulisan ini. Intinya kebiasaan baruku tahun ini sebenarnya banyak tapi salah satunya ini. Kebiasaan melihat ayam ayam mati karena gak pandai gimana pelihara di awal-awal dulu. Karena masih belajar ternak dan sekarang lumayan lah sudah lebih baik, meski kadang juga masih ada yang mati. Hehehe... kebiasaan yang satu lagi ya itu. Belajar ternak ayam walaupun masih adaaaa aja masalahnya.  

1 kata buat si maling, kalau baca tulisan ini...

"TEGA"










Baca artikel populer lainnya