21 Desember, 2025

Tega - Sebuah perasaan yang tidak mereka miliki

Hidup di Binjai itu ngeri ngeri sedap. Kenapa? Kalau kalian tau binjai daerah megawati, itu bisa dibilang daerah diantara Deli Serdang dan Binjai. Siapa yang tidak tau dulu disini sering kali banyak anak muda adu kencang kereta, kalau bahasa sini balap liar gitu lah. 

Itu satu, lainnya ada lagi. Kalian tau kalau disini waktu malam itu gelap kali dah, sumpah. Dipasang lampu, Hilang. Dipasang lampu lagi hilang lagi, udah gitu terus sampai sekarang. Makanya gelap, mana pernah disini terang. Tunggu Paris salam dari Binjai jadi Presiden lah baru terang kayaknya. 

Itulah kebiasaan yang kualami, kurang lebih baru 4 tahun sih tinggal di Binjai. Cuma gak kebayang lah tetangga-tetangga yang lebih lama tinggal disini, kok bisa betah kali ya?. Pernah juga denger cerita dulu disini juga banyak kali yang makek, tau lah ya makek apa? Apa ga gawat kali ya kan...

Kurungan besi ayam
Kurungan besi ayam yang hilang

Belum lagi maling, haduh kalau cerita maling udah lah ampun kali aku. Bisa coba hari ini, gak usah yang lalu-lalu lah ya. Hari ini kami ada pergi niatnya jalan jalan lah gitu, gak jauh-jauh, cuma sekitar Binjai aja. Pergilah kami ke Biestro ya kan. Seperti biasa pagi sebelum pergi, aku dah kasih makan ayam beberapa piaraan di belakang rumah, fyi aja halaman belakang rumah kami itu di keliling tembok setinggi kurang lebih 2,5 meter ditambah pecahan kaca (beling) di seluruh bagian atas tembok, nah di luarnya itu masih ada dikelilingi lahan yang ada beberapa kebon lah, ada pisang, ubi, mangga, rambutan juga salah satunya, dan ladang itu ditembok juga 2,5 meter kayak yang di dalam tadi. Nah yang lucunya kandang besi ayam yang ada di belakang rumah paginya masih ada, pulang kami dari Biestro mau kasih makan ayam sore tadi, Lenyap kandang besinya... Lenyap tau gak? Gak nampak dia wujudnya, padahal pagi tadi ada.

Masuk ke rumah, dengan polosnya ku tanya istri, adik istri, sama nenek juga.

"Ada nampak Kandang ayam yg besi?"
"Ya di belakang rumah lah yah" jawab istri sambil lipat lipat pakaian dia.

Balik lagi ke belakang, masih gak percaya. Oh mungkin ada yang mindahin ya kan. Pelan pelan ku lihat di pojok pojok itu. Gaaaak nampak juga wujud si kandang. Sambil nengok tembok yang tinggi aku termenung, 
"Macem mana lah maling ini bisa ambil ya" 

Gelisah aku tau kalian, dari tadi sore sampai aku nulis malam ini, asik kepikiran aja si kandang. Kok bisa gitu? Kalau ditengok harganya paling 150 ribu nya, tapi masalahnya ini mau sampai kapan. Hari ini kandang yang hilang, besok apalagi ya kan? Dan itu di belakang rumah yang ditembok, apalagi gak ditembok wah mungkin lebih kacau lagi.

screenshoot whatsapp
Info kehilangan di grup Whatsapp

kotak infaq
Kotak infaq dicuri

Oiya sebelumnya juga ada mushola dekat rumah, info dari grup wirid di WhatsApp, kotak infaq mushola hilang coba lah. Apa nggak ngeri sedap ya kan? Gak mau lebaran, gak mau tahun baru ada aja ulah manusia manusia ini ya. Astaghfirullah...

Udah lah itu aja, masih gelisah pun aku malam ini. Setidaknya bisa ngelepas unek unek lewat tulisan ini. Intinya kebiasaan baruku tahun ini sebenarnya banyak tapi salah satunya ini. Kebiasaan melihat ayam ayam mati karena gak pandai gimana pelihara di awal-awal dulu. Karena masih belajar ternak dan sekarang lumayan lah sudah lebih baik, meski kadang juga masih ada yang mati. Hehehe... kebiasaan yang satu lagi ya itu. Belajar ternak ayam walaupun masih adaaaa aja masalahnya.  

1 kata buat si maling, kalau baca tulisan ini...

"TEGA"










Tidak ada komentar:

Baca artikel populer lainnya