23 Desember, 2025

Majas : Warna tak bernilai

Sebut saja namanya Abu-abu. Jumlahnya sangat banyak dan sangat sering ditemukan di sekitar kita. jangan sepele, terkadang kita sangat memerlukan si Abu-abu disaat mendesak. Ketika ada kelebihan dia sering dicari, ketika ada pengamen atau orang minta-minta tak jarang si Abu-abu sering dikorbankan, apalagi tukang parkir, wah dia merupakan kolektor si Abu-abu yang paling banyak mungkin.

Ada lagi si Cokelat. Dulu waktu masih SD punya Cokelat itu senang sekali rasanya. Sudah dikelilingi teman banyak karena nungguin di depan kantin bareng Coklat. pernah booming juga rental PS yang masih PS 1 dan 2 waktu itu juga sudah bisa 2-3 jam berkat si Coklat. Tidak sering sih aku punya Coklat, setidaknya pernah tau bagaimana rasanya punya Coklat waktu itu.

Ada lagi si Ungu. Kalau ini biasanya tiap lebaran atau Hari Raya tuh banyak ditemukan. kadang aku sering simpan si Ungu karena jarang didapat, jadi sebisanya tak akan kubiarkan dia cepat menghilang. Ungu juga sangat dekat dengan si Coklat dan ada juga satu lagi teman dekatnya yaitu si Hijau.

Kalau Hijau, aku kurang tau ya kenapa lebih jarang terlihat dan ditemukan. mungkin karena dia ada di tengah tengah. banyak orang yang membutuhkan namun jarang dikeluarkan dan akan dikeluarkan saat waktu tertentu saja. Sampai sekarang kan pun masih bisa dihitung berapa jumlah Hijau yang aku punya.

Selain itu ada si Biru yang paling gampang keluar kalau di tempat tempat mahal. aku harus bisa mengontrol dan mengelola dengan baik. Sifatnya sangat tiba tiba, tiba-tiba ada tiba-tiba sudah tiada. si Biru juga sering menemani ketika aku belanja keperluan dapur. Sesekali Biru juga sering dikorbankan dengan lainnya, bukan karena tidak suka atau tidak dibutuhkan, tetapi Biru bisa mengorbankan dirinya untuk memudahkan aku belanja dengan mendapatkan warna lainnya, Abu-abu, Cokelat, Ungu dan Hijau

yang terakhir si Merah. Dia adalah kasta tertinggi saat ini. Dia sangat sering muncul di kalangan kalangan atas. Jika memilikinya seolah-olah bisa menjadi apa yang ku suka, tiba tiba nafsu menjadi memuncak, keinginan menjadi banyak dan harus bisa membuat si Merah tadi tidak cepat pergi dan meninggalkan pemiliknya. 


Tapi, ada satu warna yang membuat warna-warna di atas tadi bernilai. Hitam gelap
warna yang paling ditakutkan, warna yang memiliki perasaan takut, sedih dan biasanya digunakan untuk menjelaskan rasa kecewa dan putus asa. kita tahu hampir genap satu bulan lalu, banyak saudara saudara kita di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat memiliki warna gelap itu. Warna yang membuat warna warna sebelumnya tidak kelihatan, tidak bernilai dan tidak berguna. 

Bahkan, saat ini mereka tidak membutuhkan warna warna tersebut. Mereka lebih membutuhkan makanan, air minum dan kebijakan yang menolong mereka agar bisa kembali hidup dengan normal. Itulah definisi sebanyak apapun warna yang dimiliki namun warna itu tidak bernilai jika sudah terjadi Bencana.




Tidak ada komentar:

Baca artikel populer lainnya