2019 ini banyak sekali momen yang tak terlupakan, di bulan Desember juga menjadi bulan akhir yang sampai sekarang tentunya jadi bulan yang istimewa. Bagaimana tidak? Mulai maret 2019, Momen aku wisuda dari kampus perjuangan ITS Surabaya akhirnya selesai juga. Alhamdulillah setelah belasan semester aku lalui, akhirnya jadi sarjana juga. Lalu, Oktober di tahun 2019, Lamaran dengan calon istri waktu itu jadi momen yang terlupakan. Diriku yang masih mengajar di SMK Pesantren Darul Dakwah Mojokerto belum bisa hadir saat Lamaran. Aku hanya diwakili Ayah, Ibu dan adikku yang datang menemui keluarga dan calon istriku. Dan finally, Desember 2019, Akhirnya kami menikah di Binjai dengan seluruh keluarga besar juga ikut hadir. Keluarga dari Aceh dan Jawa juga datang untuk mendoakan kami. Terima kasih semuanya, tentunya Desember 2019 menjadi favoritku sampai sekarang.
Desember 2020
Tidak lama setelah menikah, sebelum tahun baru 2020 aku dan istri melanjutkan kembali perjuangan lagi ke Jawa Timur. Aku mengajar di Pondok dan istri bekerja di Apotek K24 Malang. Perjuangan awal setelah menikah dilalui dengan LDR yang membuat rindu setiap hari. Mojokerto-Malang. Ya, mungkin hanya weekend lah kami bisa bertemu dan ataupun libur panjang. Belum lagi sempat wabah Covid saat itu yang mulai beredar menjadi tantangan yang tidak mudah. Kami juga mengantarkan adik istri (Abi) untuk dimasukkan ke Pondok Temboro, Magetan, Jawa Timur. Ini adalah amanah dari mertuaku menitipkan Abi kepada kami untuk mendaftarkan sekolahnya di Jawa.
Desember 2021
Desember 2022
Alhamdulillah, alhamdulillah dan alhamdulillah 2022 kabar baik datang, menjadi momen bahagia saat istriku memberi kabar bahwa dia hamil anak kami yang pertama. Setelah penantian kurang lebih hampir tiga tahun berikhtiar akhirnya garis dua. Saat itu aku pun merasa harus mencari pekerjaan tetap dan tidak bisa untuk terus di rumah, aku tahu ke depan pasti lebih banyak kebutuhan dan kewajiban yang aku penuhi. Alhamdulillah juga karir mengajar pertama di Medan, aku diterima di SMA Amanah Tahfidz, Mencirim, Medan Krio. Disinilah awal mula aku bisa mengajar dan bertemu dengan guru guru hebat yang sampai sekarang masih berhubungan dengan baik. Photo di atas merupakan phoro saat kegiatan Rihlah Amanah Tahfidz di Bukit Lawang. Saat itu istri sedang hamil dan aku ajak ikt Rihlah bersama guru-guru agar lebih akrab dan dekat.
Desember 2023
Janji Allah itu nyata, di tahun 2023 alhamdulillah kami tidak berdua lagi, Putri pertama kami, Maryam Mulya Mahdiya, hadir memberi keramaian di keluarga kecil ini. Aku juga bersyukur kami diberikan kesehatan dan masih bisa dipertemukan oleh orang orang baik. Di tahun ini juga karirku yang tadinya mengajar di satu sekolah, alhamdulillah bisa mengajar di 4 sekolah yang berbeda. Mungkin hadirnya Maryam benar benar membuka rezeki kami dan kebahagiaan buat kami. Istri saat itu sepenuhnya di rumah dan tidak bekerja sebagai Apotek. Kali ini aku yang keluar rumah untuk mengajar di SMA Amanah, SMP IT Al Jawahir, SMA Paba Binjai dan SMA 18 Muhammadiyah Sunggal. Ini semua mungkin tidak lepas dari doa Ibuku, Ibu mertuaku, Istriku dan tentunya doa si kecil Maryam ❤️. Photo di atas adalah momen kami bersama maryam pertama kali ke Aceh untuk mengunjungi ada saudara yang sakit. Di perjalanan kami bertemu sahabat kami, Rinaldi, di Langsa. Terima kasih pak Zakiyul dan sekeluarga sudah membolehkan kami menumpang ke Aceh jalan jalan.
Desember 2024
Desember 2024 ini, aku mulai dengan karir yang baru. Alhamdulillah setelah mengajar di beberapa sekolah, 1 Maret 2024 diangkat menjadi ASN PPPK di BBPVP Medan, Kementerian Ketenagakerjaan. Sebelumnya di akhir 2023 aku sudah mengajukan pengunduran diri di tempat mengajarku saat informasi kelulusan diterima. Sampai saat itu aku sangat bersyukur begitu banyak nikmat dan karunia yang Allah berikan kepadaku. Padahal sebelumnya kami diuji dengan kecelakaan jatuh saat naik sepeda motor bersama istri dan maryam, kemudian kehilangan HP saat kami menginap di salah satu rumah sakit di Binjai, bahkan dua dua, hpku dan hp istri hilang waktu itu dicuri saat malam hari di rumah sakit. Kami sangat yakin Allah menguji hambanya, melainkan hamba tersebut mampu untuk melaluinya. Dan di akhir tahun 2024, bulan Desember kami bisa berkumpul bersama ibuku dan adik dengan jalan jalan mengelilingi kota Medan. Inilah momen pertama Maryam naik kereta api dan Bus Listrik Medan (waktu itu masih gratis)
Desember 2025
Yups... malam ini, mungkin perjalanan ini masih panjang dan masih butuh perjuangan. Aku hanya ingin mengucapkan terima kasih ibuku sudah mendoakan aku sejauh ini. Tanpa doamu mungkin aku tidak bisa sampai di titik ini. Untuk istriku, Eka Dharma Isni, yang saat ini sedang hamil lagi. Happy Birthday dan Happy Anniversary yang ke-6. Ayah sayang ibu Mayam ❤️
Dan untuk Maryam, yang insya Allah tahun depan jadi kakak. Semoga kamu jadi anak yang sholehah ya nak... Aamiin
Btw terima kasih Amma Pemi yang sudah belikan Kuenya...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar