Tibalah saatnya di depan gerbang Pondok Pesantrenesantren Al-Fatah, terlihat banyak sekali kendaran dari sepeda hingga sepeda motor terparkir rapi. Saya melihat dari kejauhan Kharisma X yang sudah tak asing lagi dari kejauhan. Alhamdulillah, setelah 2 hari 1 malam di Pondok ini, saya dan istri akhirnya bisa mengetahui secara langsung keadaan terkait pondok saat itu. Dan mengingat hari itu adalah hari Jum'at, saya tak ingin berlama-lama lagi karena takutnya malah jadi kepengen mondok disini, hehehe
Setelah berterima kasih dengan beberapa santri yang memandu kami, saya pun berniat untuk sholat Jum'at di perjalanan saat kami pulang ke Malang. Sekitar jam 10 lewat saya mulai pergi meninggalkan kawasan Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro, kawasan yang paling membuat saya berkesan adalah suasana disana seperti bukan di desa biasa, karena dilihat dari pakaiannya yang seperti kawasan di Arab Madinah. Banyak orang yang memakai jubah, gamis, dan cadar menjadikan kawasan ini serasa di negeri Nabi. Maka tak heran jika dalam perjalanan pulang pun saya terus berpikir untuk cepat berkunjung kembali ke Pondok tersebut.
Saya tau perjalanan pulang ini tentu tidak jauh beda dengan sebelumnya. Melelahkan pasti, istri yang belum sarapan sejak pagi dan hanya memakan roti sisa, kami berhenti di salah satu Rumah Makan Padang Murah Berkah yang tidak jauh dari kawasan pondok.
Buat penikmat nasi Padang seperti saya tempat ini sangat penting ya hehehe, apalagi dalam perjalanan yang jauh, daripada saya ke warung yang biasa saya lebih cocok untuk menikmati lezatnya bumbu rendang walaupun saya beli lauknya ayam bakar. Masalah harga, saya sebenarnya agak heran juga sih, kenapa? Setahu saya dimana mana yang namanya masakan Padang pasti lebih mahal dari nasi biasa apalagi pakai rendang, tapi memang di daerah sini, Magetan, untuk masalah makanan saya rasa tidak jauh beda harganya dengan Malang, masih terbilang murah dan tidak mengecewakan tentunya.
Sesuai namanya Rumah Makan Murah Berkah Padang, makanan disini terbilang murah. Harganya tidak jauh dari saya beli makanan Masakan Padang di Malang. Selain murah tentu tersedia protokol kesehatan untuk bisa menikmati langsung makan di tempat. Untuk rasa jangan ditanya pastinya juga enak dan saya saja sampai ketagihan, hahaha
Perut sudah terisi, perjalanan pun dilanjutkan menuju Malang. Tak lupa jam menunjukkan sekitar pukul 11.30 waktu setempat, kami pun mencari Masjid untuk saya melaksanakan sholat Jum'at. Setelah hampir 15 menit akhirnya kami berhenti di salah satu Masjid di pinggir jalan, kebetulan juga dibelakang masjid tersebut ada kelas TPA/ngaji yang memiliki tempat duduk duduk di terasnya. Selagi saya sholat Jum'at saya minta istri saya untuk istirahat disana.
Selesai sholat Jum'at kami pun melanjutkan perjalanan ke Malang. Cuaca saat itu sangat panas dan terik, Alhamdulillah tidak lagi turun hujan selama perjalanan. Sampai dimana kami masuk daerah Kertosono. Istri saya sudah tidak tahan dengan rasa panasnya cuaca dan pegelnya bokong. Dia ingin meminta saya untuk berhenti istirahat minum Es Degan. Saya pun mengiyakan dan pas di sekitar daerah pinggir jalan Kertosono-Jombang kami menikmati sejenak Es Degan tersebut.
Nampak wajah yang sudah sangat tebal terkena debu, rambut yang lecek dan mungkin badan yang sangat sumuk karena seharian panasnya perjalanan kami lalui. Saya sangat bersyukur apalagi ketika kami berhenti dan melihat ibu ibu penjual es degan itu masih tertidur awalnya dengan suaminya. Saya merasa dan bergumam begitu sepinya kah tidak ada pembeli selama Pandemi Corona sehingga ibu tersebut tertidur karena terlalu lama menunggu.
Saya jadi berpikir apakah saya dan istri pembeli es degan beliau pertama hari itu? Bisa jadi bisa tidak. Tapi dari situ saya melihat dan membuka mata saya bahwa banyak orang di luar sana yang benar benar sangat sulit kondisinya. Mereka kehilangan pendapatan dan penghasilan karena dampak dari covid19 ini. Saat kami dilayani ibu tersebut sangat ramah, bahkan saya masih ingat itu. Waktu ibunya terbangun dia seperti kaget dan langsung tersenyum ketika ada pembeli datang, kemudian di segera membangunkan suaminya tapi tidak bangun juga, saya pun membalas senyumnya dengan arti biarkan saja si bapak tidur karena lelahnya.
Ohiya, review degannya dong mas Estu? Hehehe. Sabar bos, Btw untuk Es Degan ditempat itu saya kira pakai gelas seperti biasa ternyata langsung di sajikan dengan kelapa kelapanya. Waaahh mantul lurs...
Rasanya minum seperti itu seperti tidak minum seharian. Saya juga ingat kata dokter Zaidul Akbar, bahwa minum es degan itu sangat kaya akan asam amino, tentunya tidak pakai gula ya. Biar sehat yang alami saja kalau mau ditambahin boleh pakai madu bukan yang lain. Nah yang saya sukanya dengan Es Degan ibu ini saya merasa ada madunya sedikit ketika saya menikmatinya.
Terima kasih banyak ibu Es Degan, semoga laris, berkah dan sehat selalu nggeh. Setelah selesai membayar kami pun melanjutkan perjalanan melewati Kota Batu untuk menuju ke Malang.
Hari sudah mulai senja, yang artinya waktu ashar pun tiba. Dan mungkin anda tau jika melewati jalan ke arah Batu yang berjuang dan berkelok-kelok akan sangat berbahaya. Maka dari itu saya juga ambil pusing dan piki panjang, kami pun berhenti di Masjid Ar-Raudhah sesampainya di daerah Ngantang. Dimana di masjid itu memiliki fasilitas yang lumayan dan suasana yang sejuk, ya namanya daerah sana dingin ya pasti sejuk lah ya, hehehe.
Saya sebenarnya sering beristirahat dan sholat di masjid ini, dan ingat betul dimana posisinya. Bahkan biasanaya pernah saya mandi dan beristirahat karena kebetulan waktu itu lelah sekali.
Setelah sholat ashar dan puas rebahan plus selonjoran. Perjalanan pun dilanjutkan kembali, sekitar 2 jam lebih mungkin baru bisa sampai rumah. Karena juga hari sudah mulai gelap dan saya juga melihat awan agak mulai menghitam. Saya pun memulai perjalanan dengan ekstra hati-hati. Berbekal sudah istirahat di masjid dan sholat ashar, mata sebenarnya sudah bisa melek dan tidak ngantuk. Berkali kali dalam perjalanan istri saya ingin menggantikan untuk membawa sepeda motor, tapi tidak saya izinkan. Saya masih strong dan bisa ucap saya meyakinkan istri. Dan sampai di Batu pun saya harus membawa dan membonceng karena itu tanggung jawab saya sebagai suami.
Sesampainya di Batu kami melewati Wisata Edukasi Susu, istri saya ntah kenapa tiba tiba mau membeli dan mampir ke tempat tersebut, ya namanya istri payah kalau ga dituruti kan. Akhirnya saya pun berhenti dan mampir kesana. Jujur saya juga belum pernah melihat tempat itu dan istri saya juga belum pernah, saya heran. Mengapa dia ingin kesana? Dan tau info darimana? Ternyata dia mengaku bahwa sudah sering sekali melihat Wisata Edukasi Susu dan melewatinya namun belum pernah kesana.
Sayangnya kami hanya membeli susu disana dan tidak berwisata, karena Wisata Susu dibuka saat pagi hingga siang sepertinya dan mungkin karena efek Pandemi jadi tidak sampai malam hari. Mungkin lain waktu kalau sudah ada si kecil insya Allah nanti kita kesana lagi ya, hehehe. Aamiin.
Alhamdulillah perjalanan ini diakhiri dengan membawa susu dari Batu. Sesampainya di Malang dan di Rumah, namanya perjalanan jauh apalagi naik sepeda motor pastinya capek dan lapar. Istri saya tidak mau masak katanya dan ingin beli nasi Padang lagi di dekat rumah saja sesampainya di Malang. Yawis tak iyain saja hehehe. Pokoke seneng dan nyaman saja. Karena saya juga cuaaaaapek pol. Hahaha
Alhamdulillah sekali lagi semuanya lancar dan sampai tujuan dengan selamat. Malam itu ditutup dengan sholat magrib dan isya di rumah. Kemudian kami meyantap nasi rendang ala Malang di rumah sebelum istirahat. Mengingat istri saya juga besok sore harinya sudah masuk kerja di apotek.
Ya mungkin itu perjalanan yang melelahkan, semoga bisa membantu dan menjadi amal ibadah juga dalam memulai studinya Abi untuk masuk ke Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro yang sudah kami kunjungi lebih awal. Mungkin ketika tulisan ini sudah di pos, Abi sudah belajar dan mulai menghafal Al-Qur'an.
Insya Allah kemungkinan besok hari raya Idul Adha kami akan menyambangi Abi untuk pertama kalinya setelah kami mengantarkan dia belajar ke pondok. Mungkin sekian dari tulisan kali ini, sampai ketemu lagi di tulisan saya selanjutnya. Terima kasih, kamu luar biasa sudah membaca tulisan ini sampai habis di titik ini.
Mas Estu
Jangan lupa lihat video saya di
youtube masestu ▶️
Hehehe.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Tidak ada komentar:
Posting Komentar