27 Juni, 2020

Perjalanan ke Pesantren Al-Fatah Temboro Bagian 2

Pada tulisan saya sebelumnya, Disana saya menceritakan bahwa santri santri disana sangat baik dan ramah. Diantara mereka bahkan ada yang mengantarkan kami ketempat penginapan yang terdekat dari pondok, ya meskipun memang itu sudah kewajiban memuliakan tamu tetapi bagi saya pribadi mereka benar benar berbeda dari biasanya. 

Kami diantarkan ke sebuah Penginapan Sofi yang terbilang murah untuk menginap. Untuk istirahat sampai besok saya rasa bisa menjadi rekomendasi untuk siapa pun yang ingin berkunjung ke pondok ini dan butuh menginap sewaktu waktu. 


Bagi saya penginapan ini lumayan dan sangat bersahabat dengan kantong. Kebetulan waktu itu kami dapat kamar di lantai 3 dengan fasilitas Ekonomi. Ternyata walaupun ekonomi dengan biaya 50K per malam masih bisa dinikmati dan cukup bagus fasilitas yang didapat. Mulai dari kamar yang bisa diisi maksimal 2 orang (saya dan istri), kamar mandi cukup luas, meja kursi, kipas angin dan yang paling menarik ada kantin di luar kamar yang sistemnya "ambil sendiri, bikin sendiri dan bayar sendiri" 

Oh iya malam harinya juga disekitar sini juga banyak penjual makanan seperti nasi goreng, mie ayam, bakso dll. Sebenernya kami dari rumah di Malang sudah membawa bekal/bontot tapi ya yang namanya jalan jalan tidak afdhol ya kan kalau tidak makan di daerah sana. Akhirnya saya dan istri setelah isya mencari mie ayam dan bakso buat mengisi perut kami, hehehe. 

Keesokan Harinya
 

Namanya Ismail, Dia seorang santri perantauan dari Sulawesi. Wow hebat ya, jauh jauh ingin menjadi seorang penghafal Al-Qur'an dan menjadi santri di pondok ini. Saya sangat senang saat Mas Ismail ini memandu dan mengantarkan kami keliling pondok. Semoga Allah memudahkan beliau untuk belajar dan menjadi penghafal Al-Qur'an, Aamiin...

Setelah dipandu dan berbicara banyak mengenai pondok dengan Mas Ismail yang mengaku sudah lulus SMP, SMK, Kuliah dan sempat bekerja tapi ingin melanjutkan dari awal ke Pondok ini, membuat saya benar benar Masya Allah, segitunya ya mereka para penghafal Al-Qur'an, kalau sudah memang niat dan karena Allah, pasti dimudahkan dan dilancarkan semua urusan. Mas Ismail sebenarnya hanya satu contoh bukti yang saya lihat dari mata kepala saya sendiri, bahwa di pondok ini benar benar menginginkan santri nya kelak menjadi orang yang bukan hanya penghafal Al-Qur'an tetapi juga mengamalkan, karena diantara beberapa program ada namanya program Tahfidz Alim yang lama studinya kurang lebih 10 tahun, Jika Mas Ismail saja sekarang masih kelas 5, dan dia sudah pernah SMP, SMK, Kuliah bahkan bekerja, jangan tanya lagi berapa umur Mas Ismail ya, hehehe. 

Kita doakan saja santri santri disini berkah dan selalu dilancarkan belajar nya. Apalagi Abi (adik istri saya) yang ingin kami daftarkan semoga bersemangat dan bersungguh-sungguh belajar Al-Qur'an. Saya sendiri yakin dan mantap dengan pondok ini tinggal anaknya saja mau apa tidak, sungguh-sungguh atau tidak, yakin apa tidak jika belajar disini. 

Saya juga saat dipandu izin bertanya untuk mengambil gambar pondok apakah diperbolehkan, ternyata boleh. Saya pun mengambil beberapa gambar suasana yang ada di Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro Kampus Pusat, dan seperti inilah beberapa gambar yang saya lihat dengan istri saat itu, Jumat 19 Juli 2020. 

Alhamdulillah setelah bertemu dengan guru/ustadz dan puas bertanya mengenai pendaftaran santri baru di kantor kami pun memutuskan untuk segera pulang mengingat perjalanan pastinya jauh dan besok hari istri saya juga harus bekerja. 

Eka sebagai kakak Abi, istri saya, sudah yakin jika tempat ini sudah cukup baik untuk melanjutkan belajar adiknya. Saya pun juga mendukung dan menyetujui karena memang selain beda dari tempat kami nyantri di Pesantren Raudhatul Hasanah Medan, Pesantren Al-Fatah Temboro ini memiliki nilai plusnya yaitu program Tahfidz Al-Qur'an. Insya Allah Abi bisa menjadi orang sesuai keinginan keluarga dan orang tua khususnya Mama dan Papa. 

Bersambung...


Tidak ada komentar:

Baca artikel populer lainnya