13 November, 2019

Tentang mereka bukan "Tentang Saya"


Jam menunjukkan pukul 12:44 siang hari. cuaca begitu panas dan lumayan terik dirasa. hanya segelintir angin juga yang terasa pada tubuh, namun sesaat itu pikiran dan perasaan menjadi tambah kacau melihat mereka belum juga beristirahat dan shalat zuhur. Biasanya jam 12.00 sudah berkeliaran dari mereka untuk cepat cepat istirahat dan mengambil air wudhu guna shalat, tetapi entah kenapa siang ini mereka begitu betah di kelas mereka.

bukan menjadi hal yang memalukan lagi jika mereka berangkat dari pagi dan belajar di sekolah mereka, mengapa tidak? kini seragam keren berwarna merah itu yang kudesain sudah mereka kenakan dengan bangganya, seragam yang mereka nanti dan tunggu-tunggu akhirnya bisa mereka tunjukkan, seolah olah dalam hati mereka tidak malu untuk mengatakan "iki loh santri, yo iki DKV"


5 menit berlalu, beberapa dari mereka masih asyiknya di kelas entah apa yang merasuki mereka. terpaku dengan laptop masing masing, ada yang masih belum bergerak dari tempatnya, bukanya susah untuk istirahat dan kembali ke kelas, apalah salahnya tinggalkan sebentar perkerjaanmu, bukanya air wudhu dan sholat adalah istirahat yang mampu menengakan pikiranmu, memberikan kamu pikiran yang lebuh jernih dan membuat kamu memiliki ide ide yang banyak. ingatlah semua ilmu itu juga datangya dari Allah SWT bukan dari siapa siapa. bukan hanya dari internet dan buku melainkan dari sekelilingmu tanpa disadari itu semua adalah ilmu. belajarlah mengerti dan belajarlah memahami sekelilingmu, temanmu bahkan gurumu. jangan menganggap bahwa kamu hidup disini yang paling susah dan sedih.

kini kelas pun kosong, lihatlah seperti biasanya apa yang mereka tinggalkan. laptop mereka dibiarkan membuka, buku mereka dibiarkan berantakan dan satu lagi, kipas satu satunya pun dibiarkan tetap menggeleng geleng terus meskipun tidak ada yang merasa kepanasan, ya kipasnya diarahkan ke saya begitu harusnya, kan enak. seperti itulah budaya yang selalu menggerogoti mereka, bukan tidak bisa ditinggalkan tetapi sudah menjadi daili aktifity yang menancap dan tidak afdhol rasanya jika tidak dilakukan seperti itu.

13.05 kelas yang seharusnya sudah terisi penuh dengan kelanjutan pelajaran mereka setelah istirahat, kini bereda. seperti biasa tak seorangpun yang kembali tepat waktu, lihat saja apa yang akan terjadi saya pun sudah tak mampu lagi mengira dan menebak. siapakah yang datang lebih awal? siapakah yang menyapa saya? atau bahkan malah tidak kembali lagi?

berkali -kali sudah saya mengatakan dengan tidak bosan-bosanya,belajar itu adalah sebuah proses, proses menjadi yang lebih baik, proses yang panjang dan tidak instan, proses yang sulit dan berbelit, proses dari kerja keras dan usaha yang sangat kuat, bukan leha-leha ataupun manja-manja, bukan cepat-cepat sing penting mari, juga bukan sing penting nggawe opo maneh sak karepmu deweee. jujur saya tidak suka dan saya sangat tidak menginginkan jiwa dan mental mental instan tertancap di kehidupanmu.

belajarlah jujur dengan mengatakan sebenarnya bahwa meskipun itu pahit. katakanlah tidak punya jika memang kamu memang tidak memiliki, jangan merasa karena sekililingmu memiliki dan mempunyai kamu juga berusaha untuk mengikuti mereka, padahal topeng itu sejatinya hanya sebagai penutup dan itu cuma sementara saja, seorang badut pun tidak akan pernah menjadi badut seterusnya, suatu saat badut badut itu pasti merasakan titik jenuh dimana ada saatnya bukan hanya mereka yang perlu menghibur orang lain akan tetapi merekalah yang juga ikut perlau dihibur dan diperhatikan. begitu juga dengan dirimu, jadilah dirimu sendiri bukan jadi apa yang kamu inginkan padahal bukan itu yang paling penting di kehidupan ini.

beberapa dari mereka satu persatu sudah kembali dari antah berantah, seperti biasa mengucap salam, duduk manis dan kembali dengan kesibukanya masing masing. tak masalah sebenernya, hanya saja kapan dan sampai kapan kejadian seperti ini terus terjadi. padahal jika direnungkan dengan menggunakan hati dan pikiran yang bersih mereka pasti bisa paham. 15 hingga 16 tahun adalah usia yang memang sedang panas panasnya di usia remaja, apalagi 17 ke atas adalah pergantian dari masa remaja ke masa dewasa. tidak perlu lagi sebenernya dijelaskan dan diterangkan, lewat tulisan adalah pesan terbaik buat mereka yang memang tidak bisa dibilang lewat kata kata. tidak mempan juga dinasehati dengan marah dan emosi, karena selayaknya usia remaja juga sudah mengerti mana yang baik dan buruk. mana yang boleh mana yang dilarang, mana yang sopan mana yang kurangajar, mana yang jelek mana yang manis, mana ya amatir mana yang pro, mana yang b aja dan mana yang luarbiasa seperti yoga.

hampir setengah dari mereka kembali ke kelas dan melakukan kegiatan masing masing, tentang saya sebenernya adalah tugas yang mudah dan sangat gampang. tapi apakah masih ingin melanjutkan blog "tentang saya"?

kita lihat saja sampai jam 14.00 WIB

Mojokerto, 13 Nopember 2019


Tidak ada komentar:

Baca artikel populer lainnya