21 Maret, 2019

Langlanglow Garage, Workshop Sepeda Custom Surabaya


Padatnya jakarta menjadi rutinitas wajib bagi masyarakat ibukota. Itulah yang mulai saya temukan saat ketiga kalinya tiba di tempat ini. Mereka bangun mulai fajar dan pulang menjelang petang bahkan tak jarang terkadang seharian harus bekerja guna mencari penghasilan di ibukota. Sebagai kota bisnis dan pusat kota, tentunya jakarta memiliki daya tarik tersendiri mengapa dengan kepadatan dan keramaian yang seperti ini masih banyak orang memilih merantau di jakarta, tentunya adalah karena disini banyak uang.

Surabaya saja yang kita ketahui sebagai kota terbesar kedua di Indonesia, masih dirasa cukup nyaman dan tidak sepadat di Jakarta. Biaya hidup yang masih lebih rendah dibandingkan ibukota menjadi daya tarik sendiri untuk memikat banyak orang bekerja dan hidup di kota pahlawan. Seperti saya contohnya, kurang lebih hampir 7 tahun saya tinggal di Surabaya semasa kuliah di ITS. Saya kenal betul bagaimana masyarakat di surabaya, rasa makananya, kegiatan masyarakatnya hingga budaya yang saya temui disini. 

Mengerjakan tugas akhir adalah momen yang sangat bersejarah bagi saya selama kuliah di Surabaya. Selayaknya mahasiswa lainya, tugas akhir merupakan titik akhir dari seluruh hasil kumpulan mata kuliah yang telah dipelajari sebelumnya untuk menjadi bekal dalam menyelesaikan tugas akhir. Merancang sepeda listrik awalnya saya mencari sepeda listrik bekas yang dijual dengan harga yang miring. Nantinya sepeda listrik bekas ini menjadi bahan awal yang akan saya rancang/modif sebagai sepeda listrik dengan desain dan konsep yang baru dari saya. Karena dengan membuat/merancang sebuah sepeda listrik mulai dari nol cukup memerlukan tenaga dan waktu yang lama, belum lagi kita harus memiliki workshop sebagai mitra untuk membuatkan prototipe tersebut. Berawal dari sepeda listrik bermerk "Selis" tipe BMX waktu itu saya beli dari seorang bapak di surabaya dengan harga 2,8jt kondisi sepeda masih cukup baru dan tidak terlalu lama. Dengan alasan si anak tidak suka dan merasa lebih nyaman menggunakan sepeda biasa daripada sepeda listrik akhirnya sepeda tersebut dijual kepada saya guna sebagai bahan tugas akhir saya. 

Setelah mendapatkan bahan untuk modal perancangan saya, sembari mencari refrensi sepeda listrik dan bimbingan ke kampus, saya juga mulai mencari workshop sebagai mitra untuk membuat prototipe sepeda listrik saya. Di surabaya sebenarnya banyak bengkel maupun workshop UKM yang sudah berpengalaman di bidang sepeda tetapi untuk tugas akhir saya bermitra dengan workshop Langlanglow Garage, Langlang Ariya Saloka, S.T. sebagai pemilik workshop adalah lulusan Desain Produk ITS seperti saya, beliau memiliki pengalaman dalam semua hal yang berkaitan dengan sepeda, beliau juga aktif dengan komunitas sepeda lowrider Surabaya dan cukup dikenal di kalangan komunitas, karyanya sudah banyak memenangkan kontes sepeda baik di Surabaya maupun luar Surabaya, berbagai konsumen juga telah banyak membuatkan prototipe di workshop ini mulai dari pribadi, bisnis hingga dosen untuk penelitian.

Buat anda yang ingin bermitra dengan Mas Langlang silahkan bisa dihubungi di nomer dan sosial medianya. Informasi lebih lanjut juga bisa menghubungi saya.

Mau tau bagaimana serunya proses pembuatan sepeda listrik tugas akhir saya di workshop Mas Langlang? Sampai ketemu di tulisan blog saya selanjutnya.

Salam Desainer
Ciputat, Kamis 21 Maret 2019

19 Maret, 2019

Cerita Dibalik Judul Tugas Akhir Sepeda Listrik


Alhamdulillah, atas segala nikmat dan karunia Allah yang Maha Kuasa, selayaknya kita selalu bersyukur dan berterima kasih kepada sang Khaliq. Kita masih bisa hidup dan beraktifitas sampai detik ini. Seperti janji saya pada tulisan blog saya yang sebelumnya yaitu akan berbagi bagaimana kelok panjang sebuah progress perjuangan untuk menyelesaikan Tugas Akhir dan akhirnya bisa di Wisuda, 16 Maret 2019 Sabtu lalu.

Alhamdulillah, saat ini saya dalam perjalanan dari stasiun Gubeng Surabaya menuju stasiun Pasar Senen Jakarta, doakan saya semoga perjalanan lancar dan selamat sampai tujuan. Saya berkunjung ke ibukota dalam rangka menghadiri panggilan interview dari salah satu perusahaan yang saya lamar di Jobstreet.

Baiklah, saya mungkin agak bingung karena harus memulai darimana, tapi yang menarik dari apa yang akan saya ceritakan adalah kejadian dan beberapa masalah yang saya hadapi. Tahun sebelumnya, tepatnya 2018 dimana saya mengambil matakuliah Tugas Akhir untuk memenuhi syarat Sarjana di ITS yang kedua kalinya. Karena Tugas Akhir sebelumnya saya tidak fokus dengan tema furniture Asrama saat itu. Di Tugas Akhir kesempatan kedua yaitu pada semester ke 14 (7 Tahun) saya berusaha untuk mengembalikan semangat tempur saya untuk berjuang di titik akhir studi. Pada Tugas Akhir ini, saya fokus dalam mengambil perancangan desain transportasi, sepeda listrik. Dengan dibimbing salah satu dosen berpengalaman di Desain Produk ITS, Bapak Bambang Tristiyono, biasa disebut Pak Mbi/Pak BT, saya benar benar digembleng dan diawasi betul dalam setiap bimbingan dengan beliau. Sebelumnya dalam beberapa matakuliah saya juga sempat diajar oleh Bapak Bambang dalam matakuliah transportasi dan CAD pada zaman itu, Namun saya belum menjadi bimbingan beliau.

Awal bimbingan Tugas Akhir layaknya seperti Tugas Akhir biasanya, mulai pengajuan ide judul, survey dan mencari data pun saya lakukan atas masukan dan saran Pak Bambang. Saya sendiri sebenarnya tidak begitu suka atau mengerti tentang sepeda listrik. Jujur, waktu itu saya benar-benar kehabisan ide dan buntu dalam masalah menemukan Judul Tugas Akhir saya. Sampai suatu hari saya bimbingan dengan beliau, saya diberikan pilihan 3 alternatif judul untuk Tugas Akhir saya. Saya disarankan untuk membuat desain workshop kerajinan batik, kemudian  desain craft dari alam dan terakhir merancang desain sepeda listrik. Yang saya salut dari beliau, saya dijelaskan bahwa beliau telah berpengalaman dalam membimbimbing berbagai mahasiswa TA untuk mengerjakan judul-judul yang disebutkan, artinya judul-judul tersebut bukanlah hal baru bagi beliau karena sudah pernah dikerjakan. Pointnya adalah apakah saya mampu untuk mengerjakan, apakah saya mampu untuk rutin bimbingan dan apakah saya mampu revisi perbaikan selama Tugas Akhir.

Setelah berpikir cukup panjang, akhirnya saya memilih untuk fokus pada desain sepeda listrik. Karena judul ini cukup berpeluang dan memang dibutuhkan di Masyarakat. Selain itu, saya juga memiliki teman yang sebelumnya mengerjakan TA dengan judul sepeda listrik juga. Mulai saat itu saya belajar dan mencari informasi mengenai sepeda listrik sebanyak-banyaknya mulai dari buku, internet hingga bertemu dan bertanya langsung dengan yang paham sepeda listrik. Saya juga masuk ke dalam grup KOSMIK (Komunitas Sepeda Listrik) di Facebook. Disana saya mendapatkan banyak hal baru, mulai dari spesifikasi sepeda listrik hingga jual beli komponen sepeda listrik.

Dalam tugas akhir ini saya mengerjakan dengan menggunakan metode brainstorming, analisis data, survey lapangan dan prototiping. Pada awal merancang saya harus melihat dan memperhatikan sepeda apa saja yang saat ini digunakan, aktifitas menggunakan sepeda, jenis sepeda dan sepeda listrik yang mulai diminati masyarakat. Proses ini saya lakukan dalam bentuk brainstorming sehingga didapatkan sepeda yang akan saya rancang yaitu untuk pelajar, berjenis kelamin wanita, aman tidak berbahaya dan berkonsep feminine. Proses berikutnya analisis data, yaitu mencari data sekunder maupun primer dari perancangan sebelumnya atau dari desain acuan. Kemudian saya juga melakukan survey lapangan langsung ke salah satu sekolah SMP & SMA Muhammadiyah 2 Kediri. Saya membagi form survey yang nantinya diharapkan saya mendapatkan data demografi dari siswi sekolah menengah tersebut mengenai sepeda listrik. Dan terakhir metode prototiping adalah membuat sample produk yang akan diujicoba oleh penguji nantinya pada saat sidang kolokium di Departemen Desain Produk.

Mau tahu bagaimana cerita, proses metode dan dokumentasi yang saya lakukan berikutnya? Silahkan kunjungi tulisan blog saya selanjutnya.

Salam Desainer

Ditulis dengan HP Oppo
Di Kereta Gaya Baru Malam
Perjalanan Stasiun Gubeng-Stasiun Pasar Senen
Selasa, 19 Maret 2019


15 Maret, 2019

Maret 2019, Awal Perjalanan yang Penuh Tantangan

Tak terasa 10 bulan berlalu cukup lama dari tulisan terakhir di blog saya. Ya bukanya saya lupa atau tidak mempunyai cerita maupun pengalaman untuk dibagi tapi ya begitulah terkadang mood untuk menulis ini tak menentu. 10 bulan yang lalu tepatnya saya menulis tentang planning dan target kedepan. Keinginan saya untuk menjadi desainer dan menjadi pengusaha saya rangkum dalam sebuah tulisan blog saya 10 bulan lalu. Nah, mulai saat itu hingga sekarang tentunya saya begitu banyak menjalani aktifitas dan beberapa kegiatan. Terakhir saya fokus mengerjakan Tugas Akhir saya sebagai syarat menyelesaikan S1 di Desain Produk ITS, tentunya membuat laporan, membuat prototipe, wawancara, meneliti kesana kemari menjadi hal yang mesti dilakukan dalam tugas akhir ini.

Alhamdulillah, banyak dukungan dan dorongan dari beberapa pihak khususnya keluarga. Mereka memberikan semangat dan doa terus untuk bisa menyelesaikan studi ini. Sidang Kolokium 1, 2, 3 hingga 4 dengan petunjuk dari Allah saya selesaikan dengan cukup baik walaupun disana sini masih banyak kelemahan dan kekurangan. Dan akhirnya insya Allah 16 Maret 2019 saya akan diwisuda di kampus kebanggaan ini, Institut Teknologi Sepuluh Nopember 2019.

Hari ini, calon wisudawan berkesempatan menghadiri kuliah inspirasi yang diisi oleh Mas Raden Muhsin Budiono, Seorang Supervisor Distributor International & Followership Practitioner. Yang menarik saya dari kuliah ini adalah beliau berpesan jadilah orang yang luarbiasa jangan menjadi yang biasa-biasa saja, menjadi orang luar biasa adalah orang yang Mengejutkan bagi sekitar. Dengan memberikan kejutan di setiap target dan mimpi kita, orang akan menilai bahwa kita otomatis menjadi orang yang luar biasa.


Untuk itu, saya juga akan mencoba mengejutkan dalam setiap tujuan & target saya saat ini. Beberapa target & rencana saya :

1. Menikah, melihat sejarah dari junjungan Nabi besar Muhammad yang menikah saat berusia 25 tahun dengan Khadijah yang saat itu memasuki umur 40 tahun. Saya juga mempunyai target untuk segera menikah, karena sudah ada calonya dan saya bersedia untuk siap bekerja sebagai nafkah dan mata pencaharian.

2. Tahun ini saya mencoba untuk mengikuti program beasiswa pemerintah Korea KGS/KGSP 2019. Lewat jalur kedubes saya memilih 3 kampus pilihan yang akan dijadikan tempat studi nantinya.

3. Mengikuti pendaftaran Seleksi Program PCMI/PPAN 2019 untuk mewakili daerah Sumatera Utara.

4. Konsistensi untuk Menulis di Blog, membuat video di youtube, mengembangkan Start Up Rikat Ebike dan Olahraga sebagai kegiatan rutin yang bisa menurunkan berat badan dan menyehatkan.

5. Domisili di Jawa, pasca studi di ITS Surabaya saya berkeinginan untuk berkarir dan tinggal di Jawa. Khususnya di Malang, dengan alasan Kota Malang adalah tempat dimana calon pasangan saya berada :D

Mungkin ini saja yang bisa saya tuliskan kali ini, semoga bermanfaat dan mengobati rasa kangen akan tulisan saya. Sampai ketemu di postingan selanjutnya.

Salam Desainer

14 Maret 2019
Gladi Bersih Wisudawan 119 ITS
Gedung Graha 10 Nopember, Surabaya

Baca artikel populer lainnya