19 Desember, 2025

Di Balik Scroll Ibu Jari: Antara Etalase Pencitraan dan Realita Vokasi

 Siapa sekarang yang tidak punya Sosial Media (sosmed)? iya, tentunya kita semua sepakat hampir semua orang memiliki gadget atau gawai mereka masing-masing dan minimal ada satu sosmed di dalamnya, bahkan ada yang semua ada (diinstal). Begitu juga saya, terlepas dari beberapa sosmed memiliki pasar dan target user, jujur saya sendiri hampir menggunakan semuanya. Mulai dari Facebook, Instagram, youtube, tiktok dan masih banyak lagi.


Dulu, awal pertama menggunakan Facebook, saya dikenalkan oleh alm. Ayah saya sendiri saat liburan semester, waktu itu saya masih mondok menjadi santri. Saat itu saya mulai mondok di Ar-Raudhatul Hasanah pada tahun 2005. Mulanya saya belum tau banyak apa itu sosial media, email dll. Setelah berhasil membuat akun Facebook pertama, hal yang paling menarik saat itu mencari akun akun facebook saudara-saudara keluarga dari orang tua di pulau Jawa. kemudian saya juga mencari beberapa akun facebook teman-teman SD yang dulu pernah bersekolah bersama.

Rasanya itu seperti hal yang baru. kita bisa berkomunikasi dengan mereka, bisa melihat photo profil mereka dan berkomentar di status yang mereka buat. karena pada umumnya kita tidak bisa bertemu dengan waktu yang cukup lama dan dipisah dengan jarak cukup jauh, sehingga ketika berkomunikasi menggunakan facebook waktu itu membuat saya senyum sendiri. kok bisa ya dulu saya menulis status seperti itu? kok bisa ya saya photo gaya itu?

Dan sekarang, luar biasa perkembangannya dan majunya teknologi. Sosial media sendiri bukan hanya sekedar ruang komunikasi namun sudah menjadi kebutuhan "ruang tamu digital" sekaligus pasar ide. Saya juga melihat medsos digunakan sebagai tempat di mana tren skill berubah begitu cepat, dengan contoh viralnya AI atau kreasi konten. Semua ini bisa menjadi alat atau tools untuk menunjang kebutuhan, usaha, hingga pekerjaan kita. Belum lagi jika ada salah satu konten yang viral dan meledak, Boom. Bisa bisa orang biasa saja bisa menjadi terkenal dengan cara yang tidak disangka. Itulah dahsyatnya konten sosial media. 

Nah fenoemana ini juga sangat disukai sekali masyarakat kita, salah satunya konten flexing. Sebenarnya banyak konten yang kita lihat, namun secara kontras konten seperti flexing (pamer kekayaan) dan konten perjuangan orang mencari kerja (PHK/sulitnya cari loker) yang sering viral setahun terakhir. Belum lagi konten pencitraan saat saudara-saudara kita sedang terkena musibah banjir dan mirisnya lagi beberapa dilakukan dan dimanfaatkan oleh orang-orang yang memiliki jabatan dan seorang publik figur. Ya, mungkin kita juga sudah melihat mereka sedang membangun citra atau personal branding tetapi tidak dibungkus dengan rasa empati sehingga muncullah komentar komentar netizen yang marah dan kecewa. 

Sudahlah, lupakan yang itu. Saya sendiri sering membuka sosmed untuk mencari informasi dan kegiatan yang bisa menunjang karir saya, seperti pelatihan, upgrading dan lainnya. Masyarakat kita saat ini sangat gemar sekali melihat konten hiburan, namun mulai bergeser ke pencarian informasi pekerjaan dikutip dari Data We Are Social 2024/2025. Memang terkadang sebagai seorang kepala keluarga waktu terbaik untuk bermain medsos adalah "secukupnya". Waktu terbaik adalah saat "me-time" yang tidak mengganggu momen bersama anak dan istri. Jangan sampai anak-anak melihat ayahnya lebih asyik dengan layar daripada dengan mereka. Walaupun saya akui, masih sulit sekali rasanya lepas dari gadget ini bermain sosmed, padahal anak sedang bersama dan mengajarak bermain. Maryam, maafkan ayah ya




18 Desember, 2025

Menjahit Harapan di Tengah Puing Duka: Catatan dari Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Medan

Hai semua!

Bagaimana kabarnya? semoga sehat selalu ya disana. 
Sebelumnya sudah lama sekali tidak membuka blog ini. mulai hari ini aku akan sedikit menulis lagi bersama teman-teman dari @tautannarablog dalam 14 hari ke depan dengan judul yang berbeda di setiap harinya.

challange yang sangat menarik untuk diikuti karena menurutku kebiasaan membaca dan menulis sudah sangat jarang dilatih saat ini. mungkin jika sudah lama mengenalku, kalian pasti tau blog ini sudah cukup lama dan beberapa ada tulisanku yang berkesan sejak saat mahasiswa.

Aku, istriku dan Maryam

Kali ini, tentunya sudah berbeda saat terakhir menulis di blog 3-4 tahun lalu, aku lupa. Sekarang mencoba memulai menulis dengan latar belakang yang berbeda, pekerjaan yang baru, lingkungan mungkin masih sama namun tetap bertemu orang-orang baru itu membuat sadar bahwa hidup itu harus banyak bersyukurnya.

28 Januari, 2021

PENDAFTARAN SANTRI BARU YAYASAN ISLAM DARUL DAKWAH TAHUN 2021-2022 TELAH DIBUKA

 PENDAFTARAN SANTRI BARU TAHUN 2021-2022 TELAH DIBUKA


YAYASAN ISLAM DARUL DAKWAH
Jalan Kamas Setyoadi Gang II No. 27 Kedungmaling Sooko Mojokerto 61361

A. Unit Pendidikan

Formal

1. SMP Terpadu Darul Dakwah
2. SMK Pesantren Darul Dakwah (Jurusan Desain Komunikasi Visual & Teknik Ototronik)

Non Formal

1. Pondok Pesantren Putra & Putri
2. Madrasah Diniyah Darul Dakwah
3. Tahfidzul Qur'an


B. Persyaratan

1. Mengisi Formulir pendaftaran
2. Fotocopy raport kelas 6 SD/MI sem ganjil/kelas 3 SMP/MTs sem ganjil
3. Fotocopy ijazah dilegalisir (3 lembar)
4. Fotocopy SKHUN dilegalisir (3 lembar)
5. Fotocopy NISN (3 lembar)
6. Fotocopy ktp orang tua (3 lembar)
7. Fotocopy kartu keluarga (3 lembar)
8. Fotocopy akta kelahiran (3 lembar)
9. SKL setelah dinyatakan lulus
10. Foto 2x3 & 3x4 berwarna (3 lembar)
11. Dokumen/sertifikat pendukung (untuk jalur beasiswa prestasi/tahfidz)

C. Tata Cara Pendafftaran

1. Transfer Biaya Pendaftaran Rp. 100.000 ke BANK BRI No. Rek 371501001574503 a.n. MOCH INNAMA ANTA MUDZAKKIR. Setelah pembayaran kirim bukti transfer ke WA : 085645853975 (Ust. Dzakkir)
2. Buka Link : http://bit.ly/PSBDD2021 Isi Formulir dengan lengkap, dan
3. Membawa seluruh berkas persyaratan umum saat pendaftaran ulang di Kantor Pondok Pesantren Darul Dakwah.


Narahubung (085230727376/085104420100). Contact Person : 085854094089(Mu'in)/089507335344(Laili)


08 November, 2020

Alhamdulillah, BLK Desain Komunikasi Visual di SMK Pesantren Darul Dakwah Diresmikan


Sudah menjadi penantian bagi santri dan guru melihat bagaimana prosesnya pembangunan BLK mulai bulan Agustus lalu. Kini SMK Pesantren Darul Dakwah telah memiliki BLK Desain Komunikasi Visual yang telah diresmikan oleh Menteri Ketenagakerjaan, Ibu Ida Fauziyah.

BLK ini juga diharapkan mampu memberikan pelatihan vokasi atau keahlian terapan tertentu kepada santri dan warga di sekitar pesantren. Fokus program pelatihan di BLK ini di bidang Desain Komunikasi Visual. Dalam kesempatan peresmian itu Ibu Ida juga berharap, BLK SMK Pesantren Darul Dakwah dapat mencetak santri yang kompeten dan berdaya saing.

Selanjutnya, tak lupa juga beliau juga menjelaskan BLK ini adalah bagian dari program Kemnaker membangun 1000 BLK Komunitas, sebelumnya juga Kemnaker telah membangun 1113 BLK Komunitas. Program ini merupakan upaya penyebaran lembaga pelatihan pekerjaan untuk masyarakat luas.

Sementara itu, Beberapa Guru SMK Pesantren Darul Dakwah sedang mengikuti pelatihan dari Kementerian. Salah satunya Bapak A. Zainul Musthofa mengikuti pelatihan instruktur di BLK Bekasi, beliau dilatih untuk bagaimana membuat program BLK Desain Komunikasi Visual sepulangnya dari pelatihan. Kemudian sebagai pelatih yang akan mendampingi peserta BLK, SMK memberangkatkan Bapak Sindo Jayanto mengikuti pelatihan di Surabaya. Sebelumnya juga ada seorang guru yang mengikuti Pelatihan Upskilling dan Reskilling Kejuruan Desain Komunikasi Visual yaitu Bapak Estuadi Tatag Ramadhan, hingga saat ini beliau masih Magang di Gramasurya Yogyakarta untuk pelatihan program Desain Publikasi.

Kedepannya SMK Pesantren Darul Dakwah berusaha untuk mempersiapkan proses BLK Desain Komunikasi Visual dengan maksimal. Mengingat telah diresmikannya gedung ini dan diberangkatkan para guru untuk bekal dalam melatih program BLK nanti dan tinggal menunggu akan ada, insya Allah, santri santri yang kompeten di bidang Desain Komunikasi Visual sebagai lulusan yang siap kerja, siap berdakwah dan siap berkontribusi kepada masyarakat.

Di akhir peresmian BLK SMK Pesantren Darul Dakwah, Ibu Ida Fauziyah menyampaikan bahwa BLK ini Pelatihan vokasi untuk meningkatkan kompetensi, bukan sekedar menyiapkan untuk masuk ke pasar kerja namun alumni pelatihan BLK didorong untuk mampu mengembangkan wirausaha sendiri. Tidak lupa juga beliau menyerahkan bantuan sarana usaha penempatan alumni BLK Komunitas, BLK, dan PLK yang terdampak Covid-19. Masing-masing penerima mendapat bantuan sebesar Rp 2 juta. 

Sumber (IG : Kemnaker) (Blog SMPT Darul Dakwah)

Baca artikel populer lainnya