26 November, 2019

Termulia tapi juga Tersulit (Sedikit Tulisan dari Seorang Guru untuk Hari Guru)

Senin kemarin adalah hari spesial dan sangat berbeda dari biasanya, karena senin kemarin tanggal 25 Nopember 2019 adalah hari dimana seluruh guru menjadi pusat perhatian karena dinilai sebagai pahlawan tanpa tanda jasa, maka hari itulah dinobatkan sebagai Hari Guru Nasional 2019. tentunya di sekolah tempat saya mengajar SMK Pesantren Darul Dakwah memperingati hari sepesial itu. Jujur, saya  kurang lebih hampir 4 bulan telah berada di bumi Darul Dakwah ini dan baru ini saya merasakan dan mengalami bagaimana harunya dan bangganya saya dapat ikut membangun negeri melalui sektor pendidikan. 


Seperti upacara peringatan pada umumnya, di Sekolah ini juga mengadakan kegiatan upacara peringatan Hari Guru Nasional. Saya sendiri diamanahkan untuk menjadi petugas yaitu sebagai pemimpin upacara, sebenarnya saya sudah lama tidak berkecimpung dalam hal-hal kegiatan seperti ini akan tetapi melihat dulu saya aadalah seorang aktif di kegiatan pramuka, apa salahnya jika saya mencoba kembali dan bernostalgia untuk memberikan contoh dan membuktika bahwa seluruh-seluruh guru itu juga mampu melakukan yang siswa lakukan misalya seperti petugas upacara.

20 November, 2019

Gotong Royong Ben Ra Boyong

Suasana pagi ini di Pondok Pesantren Darul Dakwah sedikit berbeda, yang biasanya setiap selesai jamaah subuh para santri membaca serokalan (Shalawat Yaa Nabi), kali ini para santri mempersiapkan acara Sambang Bareng. Berbeda dengan Sambang Bareng sebelumnya, kali ini acara Sambang Bareng memiliki beberapa kegiatan diantaranya adalah Silaturrahmi antar Wali Santri, Pameran Produk Santri dan Pembagian Nilai PTS. Kegiatan ini juga lebih spesial dikarenakan bertepatan dengan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan Pembangunan Gedung Baru SMPT (sebelah mushola).

Dokumentasi MPLS SMK Pesantren Darul Dakwah 2019



13 November, 2019

Tentang mereka bukan "Tentang Saya"


Jam menunjukkan pukul 12:44 siang hari. cuaca begitu panas dan lumayan terik dirasa. hanya segelintir angin juga yang terasa pada tubuh, namun sesaat itu pikiran dan perasaan menjadi tambah kacau melihat mereka belum juga beristirahat dan shalat zuhur. Biasanya jam 12.00 sudah berkeliaran dari mereka untuk cepat cepat istirahat dan mengambil air wudhu guna shalat, tetapi entah kenapa siang ini mereka begitu betah di kelas mereka.

bukan menjadi hal yang memalukan lagi jika mereka berangkat dari pagi dan belajar di sekolah mereka, mengapa tidak? kini seragam keren berwarna merah itu yang kudesain sudah mereka kenakan dengan bangganya, seragam yang mereka nanti dan tunggu-tunggu akhirnya bisa mereka tunjukkan, seolah olah dalam hati mereka tidak malu untuk mengatakan "iki loh santri, yo iki DKV"

Baca artikel populer lainnya